Mendikbud Izinkan Dana BOS Digunakan untuk Beli Kuota Internet, Disdikpora Bali: Belum Diterapkan

Kebijakan itu diambil sebagai bentuk dukungan KBM online di tengah mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia ini

Tribun Bali/Ni Kadek Rika Riyanti
Kepala Disdikpora Provinsi Bali Drs. KN Boy Jayawibawa, M.Si. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pro dan kontra terkait kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah secara online silih berganti disuarakan tidak hanya dari siswa, melainkan juga dari para orangtua.

Terkait KMB online, tak sedikit keluhan yang muncul mulai dari banyaknya tugas yang diberikan, terkendala sinyal, bahkan sampai merogoh kocek pribadi semakin dalam karena keperluan pembelian kuota internet.

Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembelian kuota internet bagi guru dan siswa.

Kebijakan itu diambil sebagai bentuk dukungan KBM online di tengah mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia ini agar tetap dapat berjalan.

Tak Semua Sektor Lesu, Ini Contoh Usaha yang Tumbuh di Bali Saat Pandemi Covid-19

Pelatih Bali united Teco Berpikir Positif, Optimis Liga I Indonesia 2020 Bisa Kembali Bergulir

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, I KN Boy Jayawibawa mengatakan bahwa, kebijakan tersebut belum diterapkan di Bali.

Hal ini dikarenakan kebijakannya belum secara resmi diturunkan oleh pemerintah pusat.

“Kebijakan relaksasi dana BOS dari Bapak Mendikbud Nadiem Makarim ini kami ketahui melalui media, secara resmi belum,” kata dia, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (10/4/2020) sore.

Dirinya mengatakan, kalaupun nantinya akan dikeluarkan kebijakan tersebut, pihaknya berharap diterbitkan pula lengkap dengan pedoman atau petunjuk pelaksanaanya.

“Kalaupun dikeluarkan kebijakan tersebut, kami berharap diterbitkan lengkap dengan pedoman dan petunjuk pelaksanaannya. Sehingga dapat segera dilakukan revisi atas dokumen Rencana Kerja Anggaran Sekolah yang sudah ditetapkan sebelumnya dan dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan kegiatan tersebut,” papar Kadis Boy.

Boy juga menyampaikan harapannya agar kebijakan tersebut segera diturunkan, sehingga dapat meringankan beban siswa dan orangtuanya.

Lebih jauh, kendati tengah dilanda masalah global Covid-19 ini, Boy mengungkapkan tidak ada penundaan perihal pencairan dana BOS ini ke sekolah-sekolah.

Perlu diketahui sebelumnya, mengenai dana BOS ini, kebijakan terbaru menyatakan bantuan dari pusat akan langsung dikirimkan ke rekening sekolah.

Sehingga dana BOS ini tidak lagi dikirimkan melalui RKUD Provinsi dan menjadi lebih fleksibel dari tahun sebelumnya.(*)

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved