Corona di Bali
Puluhan UMKM di Karangasem Tutup Akibat Pandemi Covid-19
Puluhan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) di Karangasem memilih tutup sementara di tengah pandemi corona virus disease
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Puluhan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) di Karangasem, Bali, memilih tutup sementara di tengah pandemi corona virus disease (Covid-19) di Indonesia.
Penutupan UMKM di Karangasem dimulai sejak pertengahan Maret 2020 hingga sekarang.
Kepala Dinas Koperasi serta UMKM Karangasem, Nengah Toya menjelaskan, UMKM yang memilih untuk tutup tersebar di semua kecamatan di Karangasem.
Penutupan sementara dipicu oleh merebaknya penyebaran Corona, sehingga permintaan konsumen alami penurunan.
• Gara-gara Corona, Rawat Gigi pun Tak Pakai Buka Mulut, Lho Apakah Bisa?
• Rapat Bersama Komisi VIII DPR RI, Menteri Bintang Refocusing Kegiatan dan Anggaran Tangani COVID-19
• Ini Cara Mengelola Investasi di Tengah Pandemi Covid-19
"Ada beberapa UMKM yang memilih tutup di tengah merebaknya penyebaran virus corona. Usaha yang tutup sebagian besar non makanan. Seperti usaha kacamata, ATK, dan lainnya. Jumlah UMKM yang memilih tutup belum kita ketahui detail karena tak ada laporan,"ungkap Toya, Jumat (10/4/2020).
Ditambahkan, alasan pengusaha UMKM menutup usahanya karena kecilnya pemasukan.
Penghasilan dari penjualan tidak cukup untuk gaji para karyawan.
"Makanya banyak pegawai UMKM terpaksa dirumahkan sementara waktu, sampai kondisi normal kembali,"akui Toya.
Saat ini Dinas Koperasi & UMKM hanya melakukan pendataan usaha yang mengalami kerugian akibat penyebaran Corona.
Dari ribuan usaha di Karangasem sekitar 520 usaha sudah terdata.
Semua usaha mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah, dan tidak cukup untuk gaji pegawainya.
"520 usaha yang kita data karena mengalami kerugian akibat virus Corona sudah diserahkan ke Kementrian Keuangan, Kamis (9/4/2020) siang. Mereka diusulkan agar dapat bantuan stimulaan dari pemerintah,"jelas Nengah Toya, mantan Kadis Pendapatan.
Untuk diketahui, 520 usaha yang diusulkan tersebar di delapan Kecamatan di Karangasem.
UMKM yang paling banyak terkena dampak yakni Kecamatan Karangasem, Manggis, dan Bebandem, serta Abang.
Ada juga beberapa UMKM di Karangasem yang masih operasi hingga sekarang.
"Hingga sekarang pemerintah masih mendata UMKM yang terdampak akibat Corona. Data yang kita dapat akan diusulkan pada tahap kedua. Semoga usulan pemerintah daerah dapat respon baik dari pusat,"tambahnya.
Hampir semua pengusaha UMKM mengeluhkan kondisi ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-koperasi-serta-umkm-karangasem.jpg)