Breaking News:

Makna yang Bisa Dipetik dari Peringatan Jumat Agung dalam Hadapi Covid-19, Belajar dari Salib Yesus

Ibadah peringatan Jumat Agung wafatnya Tuhan Yesus Kristus berlangsung secara khidmat meskipun akibat pandemi covid-19

tangkap layar Youtube
Uskup Denpasar Mgr. Sylvester San saat memimpin ibadat peringatan Jumat Agung dari Gereja Katedral Denpasar, Bali, Jumat (10/4/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ibadah peringatan Jumat Agung wafatnya Tuhan Yesus Kristus berlangsung secara khidmat meskipun akibat pandemi covid-19 terpaksa tidak bisa dihadiri oleh umat di Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, Bali, Jumat (10/4/2020) pukul 15.00 Wita.

Umat melaksanakan ibadah dari rumah masing-masing secara live streaming melalui channel Youtube Katedral Denpasar.

Pada Jumat Agung, Tuhan Yesus Kristus melaksanakan misteri Paskah dengan menumpahkan darah dan mengalahkan maut.

Bacaan pertama pada ibadat Jumat Agung diambil dari Kitab Yesaya 52-13 dan 53-12, sementara bacaan kedua diambil dari surat kepada orang Ibrani pasal 4 ayat 14-16 dan 5 : 7-9.

34.716 Pekerja di Bali Dirumahkan, 733 Orang di PHK Karena Pandemi Virus Corona, Terbanyak di Badung

Rumah Kayu Tempat Sembunyi KKB Papua Ternyata Milik Oknum Sekuriti PT Freeport Indonesia

Seorang PDP Virus Corona Muntah Darah, Dibawa Ke Orang Pintar Disangka Korban Santet

Dilanjutkan pembacaan Injil tentang Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus. Uskup Denpasar Mgr. Sylvester San yang memimpin langsung ibadah untuk memperingati wafatnya Tuhan Yesus Kristus di kayu Salib.

“Sebagaimana nubuat Nabi Yesaya, Yesus meskipun tidak bersalah rela menderita demi kepentingan orang lain, Ia dihina, seorang yang penuh sengsara, menderita kesakitan, tetapi sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggung-Nya dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya, penderitaan Yesus demi keselamatan umat manusia,” kata Uskup

Uskup mengajak umat belajar dari Salib Yesus bagi kehidupan, yakni jalan salib mengajarkan untuk mencapai suatu cita-cita luhur tidak ada jalan pintas, enak dan gampang.

Penderitaan adalah bagian integral orang Kristen, lalu menemukan makna di balik penderitaan sebagai perjuangan.

Ini Deretan Usaha yang Tumbuh Saat Pandemi Corona di Bali

Diare Bisa Jadi Gejala Awal Virus Corona, Begini Penjelasannya

Hari Ini Bali Kedatangan 537 PMI Kapal Pesiar, Harus Melewati Tiga Tahap Protokol Kesehatan

“Hanya ada jalan panjang penuh tantangan, penuh derita, penuh perjuangan dan salib, hanya melalui jalan Salib Yesus untuk mencapai kemuliaan dan kebangkitan, suatu keharusan."

"Di zaman ini di samping ada harapan ada bayang gelap, untuk mencapai suatu hal ada orang memilih jalan pintas, enggan bekerja keras, dengan mencuri, menipu, suap, korupsi dan sebagainya, tidak mau sabar bekerja bertahun-tahun. Termasuk melawan virus corona, harus ada perjuangan,” jabar Uskup

Uskup Denpasar berpesan, tidak ada kehidupan yang bahagia tanpa salib, dalam menghadapi masa yang sulit akibat wabah virus corona, umat diajak berusaha mengambil hikmahnya.

“Bahwa hidup manusia tidak bisa luput dari penderitaan, tetapi bersama salib Kristus, kita bisa membangun kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu, kita semakin setiakepada Tuhan, tidak ada kebahagiaan yang dapat ditempuh dengn cara mudah dna gampang, perlu usaha, perjuangan dan kerja keras. Semoga salib Kristus membawa keselamatan bagi kita semua yang penuh kesulitan dan tantangan,” pungkas Uskup (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved