Begini Cara Mencegah Mata Anak Menjadi Rusak Akibat Sering Main Gadget
Keperluan menggunakan gadget bisa disiasati sebagai berikut, agar tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada mata anak
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak orang yang sudah mengenal teknologi, apalagi gawai (gadget).
Bahkan gadget sudah digunakan anak-anak sekolah maupun usia dini.
Paparan sinar radiasi dari gadget tentu memberikan dampak buruk pada kesehatan mata.
Mata dapat menjadi kering hingga lelah.
• NASA Bikin Program Pelatihan Astronot Gratis untuk Anak di Rumah, Cek Kegiatan Seru Link di Sini
• Bentrok TNI-Polri di Papua, Kapolda Tarik Senjata Anggota Untuk Antisipasi Serangan Balasan
• 3 Bahasa Tubuh Ini Dapat Menghambat Karier Milenial, Terlihat Tidak Profesional
Beberapa gejala mata lelah antara lain adalah pengelihatan buram, sakit kepala, mata perih, dan lainnya.
Meski begitu, penggunaan gadget pun sulit dihindari.
Tidak hanya sebagai media hiburan, gadget kini juga digunakan sebagai media pembelajaran.
Apalagi, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, kegiatan belajar di sekolah pun berpindah menjadi format dalam jaringan.
Dengan frekuensi penggunaan gadget yang cukup sering, apa yang perlu dilakukan agar mata anak tak mengalami gangguan pengelihatan?
Dokter spesialis mata, Zoraya Ariefia Feranthy menjelaskan, hal yang perlu diwaspadai tidak hanya gadget, melainkan juga aktivitas melihat jarak dekat lainnya.
"Jadi mata lelah tidak hanya dengan melihat gadget, tapi juga aktivitas jarak dekat, seperti baca buku, menjahit."
Demikian dikatakan Zoraya dalam kesempatan Instagram live bersama @mommiesdailydotcom, Rabu (8/4/2020).
Keperluan menggunakan gadget bisa disiasati sebagai berikut, agar tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada mata anak:
1. Jeda waktu penggunaan gawai
Siasati waktu penggunaan layar dengan rumus 20-20-20.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-anak-perempuan-dengan-rambut-sebahu.jpg)