Breaking News:

Ekonomi Lesu, Desa Adat Bedulu Bantu Kebutuhan Pangan Warga, Desa Padangtegal Siapkan Pasar Desa

Sejumlah desa adat di Kabupaten Gianyar, tidak tinggal diam terhadap kelesuan ekonomi masyarakatnya.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Desa Adat Bedulu, Blahbatuh saat menyiapkan paket sembako untuk warganya, Senin (13/4/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejumlah desa adat di Kabupaten Gianyar, tidak tinggal diam terhadap kelesuan ekonomi masyarakatnya.

Mereka pun terus bergerak memberikan bantuan. Terakhir yang melakukan aksi kemanusiaan ini, adalah Desa Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh.

Berdasarkan data Tribun Bali, Senin (13/4/2020), Desa Adat Bedulu yang menggerakkan Satgas Gotong Royong Desa Adat, memberikan paket sembako untuk 872 Kepala Keluarga (KK), yang tersebar di lima banjar adat.

Jro Bendesa Bedulu, I Gusti Ngurah Made Serana mengatakan, paket sembako yang diberikan terdiri dari beras, mi instan, dan minyak goreng.

1,4 Juta Orang Telah Mendaftar Program Kartu Prakerja Hingga Minggu (12/4) Kemarin

Denpasar Usulkan 7.185 Keluarga Penerima Bantuan Sembako ke Pusat

 Pria yang menjabat anggota DPRD Gianyar ini menegaskan, untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat, pihaknya mengantarkan langsung paket bantuan tersebut ke rumah masing-masing.

“Pembagian ini kami berikan secara merata. Sebab imbas covid-19 ini sudah dirasakan hampir semua warga. Banyak warga kami kehilangan penghasilan karena tempat kerjanya tutup,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Desa Adat Padangtegal, Kecamatan Ubud, sampai saat ini belu melakukan upaya pemberikan sembako untuk warga.

Sebab prajuru desa adat terkaya di Kabupaten Gianyar ini menilai, hingga tiga bulan ke depan masyarakatnya masih bisa memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Sudah kami pertimbangkan, saat ini dalam pantauan kami, warga masih bisa bertahan sampai tiga bulan kedepan. Kalau saat ini dibagikan sembako pasti diambil, tapi saya kira mubazir. Pada saat yang tepat akan kami bagikan, saat ini belum waktunya,” ujar Jro Bendesa Padangtegal, Made Gandra.

Gandra mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan pasar tradisional dengan mengambil tempat di parkiran monkey forest.

Hal ini dilakukannya guna mengurai kepadatan pasar tradisional Ubud. Hal ini juga sebagai suatu upaya untuk memutus mata rantai covid-19.

“Untuk penanganan covid, kami sedang mempersiapkan pasar tradisional di monkey foret, untuk menyediakan kebutuhan sehari-hari warga. Ini juga untuk mengurangi kepadatan di Pasar Ubud,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved