Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bangli

Dua Pria Asal Bangli, Odon dan Kimos Galang Dana untuk Penyediaan APD Level II

Odon yang juga perawat di RSU Bangli ini menjelaskan APD level 2 berupa baju jubah lengan panjang dengan panjang baju hingga di bawah lutut.

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Dari kiri ke kanan - Komang Trisna Juliartawan (Odon) bersama Dewa Kompyang Agustana (Kimos) saat ditemui Senin (13/4/2020) 

APD inilah yang akan menggantikan hazmat, sehingga penggunaan hazmat lebih difokuskan untuk kejadian urgent di kemudian hari.

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kapolres Tabanan Tekankan Tidak Ada Blokade Jalan

Putusan Sidang Kasus Trio Ikan Asin, Galih Ginanjar Divonis Paling Berat

“APD level 2 ini berbahan kain, mirip jas operasi sehingga bisa dicuci. Walau demikian APD ini tetap aman terhadap droplet,” tuturnya.

Minimnya modal tak memutuskan niat keduanya untuk berbuat kebaikan.

Untuk mewujudkan donasi, keduanya sepakat menjual baju secara online dimana pembelian dilakukan secara pre-order, dengan harga Rp 100 ribu per pcs.

“Dari harga tersebut, pemesan tidak hanya mendapatkan baju namun juga masker kain di dalamnya. Seluruh keuntungan penjualan baju ini murni untuk donasi. Kami akan catat dan laporkan secara transparan berapa total dari pemesan, hingga total keuntungan yang terkumpul untuk didonasikan,” ujanya.

Nasib baik pun menghampiri keduanya.

Otoritas di China Perketat Penelitian Mengenai Asal Mula Virus Corona, Tuai Kritik Para Peneliti

Klaim Tak Ada Anak Sekolah yang Terinfeksi Corona di Jabar, Ridwan Kamil Bagikan Kuncinya

Pemasaran yang dilakukan lewat media sosial mampu menarik banyak minat warganet untuk ikut berpartisipasi.

Terbukti dari target awal mampu menjual 100 lembar baju, pada hari kelima jumlah pemesan telah tercatat sebanyak 150 orang.

“Pemesan tidak hanya dari Bangli saja, namun juga dari Denpasar, Klungkung, bahkan dari wilayah Jawa, seperti dari Sidoharjo. Namun karena ini sistemnya donasi, kami telah berikan pengertian untuk biaya pengiriman ditanggung oleh pemesan,” ujar Dewa Kompyang Agustana menambahkan.

Lanjut pria yang akrab disapa Kimos itu, sejatinya dari keuntungan dari 100 baju mampu menghasilkan 30 lembar APD level 2.

Meski demikian, pemilik konveksi Log Custom itu menegaskan pihaknya tidak hanya mendonasikan APD bagi tenaga Kesehatan, namun juga masker kain bagi masyarakat umum sebanyak 300 hingga 400 lembar.

Sesuai rencana, pre-order akan ditutup pada hari Selasa (14/4/2020), dan dilanjutkan dengan proses pembuatan baju.

Sedangkan untuk pembagian APD maupun masker, rencananya akan dilakukan pada akhir bulan April.

“Kami juga tengah mencari data puskesmas mana yang paling membutuhkan APD. Mengapa sasarannya puskesmas, karena tenaga kesehatan di sana yang paling pertama untuk penanganan pasien di desa."

"Kami harap dengan gerakan ini semakin menggugah kesadaran banyak orang untuk peduli. Khsusunya pada tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam penanganan wabah corona,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved