Breaking News:

Corona di Bali

Bagaimana Proses Desinfeksi dan Dekontaminasi Pada Jenazah Covid-19 ? Ini Penjelasannya

dr. Kunthi Yulianti, Sp.F selaku dokter spesialis forensik RSUP Sanglah memberi tahu bagaimana proses-proses sterilisasi jenazah positif Covid-19

Istimewa
dr. Kunthi Yulianti, Sp.F selaku dokter spesialis forensik RSUP Sanglah memberikan penjelasan bagaimana proses-proses sterilisasi jenazah positif Covid-19. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebelumnya telah beredar pemberitaan beberapa warga di Indonesia menolak pemakaman jenazah pasien positif Covid-19.

Penolakan tersebut dipicu karena warga ketakutan jika tertular Covid-19 dari jenazah tersebut.

Karena banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana proses sterilisasi jenazah Covid-19, dr. Kunthi Yulianti, Sp.F selaku dokter spesialis forensik RSUP Sanglah memberikan penjelasan bagaimana proses-proses sterilisasi jenazah positif Covid-19.

Apabila di Rumah Sakit itu sendiri, sudah melakukan penataan pelaksanaan berupa desinfeksi dan dekontaminasi maka jenazah positif Covid-19 tidak akan berbahaya karena virus tersebut akan mati.

Bingung Cara Mengecilkan Perut Buncit ? Coba 20 Tips Ini, Mengecilkan Perut Buncit Tanpa Olahraga

8 PSK di Denpasar Asal Jawa Timur Ini Nekat Jajakan Diri di Jalan Bung Tomo di Tengah Wabah Covid-19

Anak Mulai Cemas Saat di Rumah ? Ini 4 Tips Mengatasi Kecemasan Anak Selama Karantina

Desinfeksi merupakan proses atau upaya untuk mengurangi dan menghilangkan kuman yang ada dalam tubuh.

Sedangkan dekontaminasi adalah upaya untuk mengurangi dan menghilangkan kuman yang ada pada benda-benda dan di lingkungan sekitar.

"Langkah-langkah melakukan desinfeksi terlebih dahulu yaitu dengan cara memasukkan kapas berisi cairan desinfektan ke dalam lubang tubuh jenazah. Yang terpenting adalah pada lubang hidung," ujar, dr. Kunthi pada, Rabu (15/4/2020).

dr. Kunthi menambahkan, mengapa demikian agar cairan dari saluran nafas pada saat jenazah dimiringkan tidak keluar dan mengotori lingkungan.

Kemudian untuk permukaan tubuh jenazah disemprotkan dengan menggunakan cairan desinfektan, setelah itu jenazah ditutup rapat dengan plastik kedap air dengan tujuan, apabila terjadi kebocoran cairan tubuh tersebut tidak mengotori lingkungan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved