Corona di Bali
Forkopimda Jembrana Kunjungi Pelabuhan ASDP Gilimanuk, Dansatgas Covid-19 Perkuat Keamanan
Forkopimda Jembrana melakukan kunjungan ke Pelabuhan ASDP Gilimanuk, evaluasi terkait perkembangan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Jembrana.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sejumlah pejabat yang tergabung dalam forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Jembrana melakukan kunjungan ke Pelabuhan ASDP Gilimanuk, Melaya, Jembrana, Bali, pada Sabtu (18/4/2020).
Kunjungan dipimpin langsung oleh Bupati Jembrana, I Putu Artha, S.E., M.M., didampingi oleh Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa S.I.K., dan Sekda Kabupaten Jembrana sekaligus Ketua Satgas I Made Sudiada, S.H.,M.H., beserta jajaran lainnya.
Adapun pembahasan dalam kegiatan kunjungan tersebut yakni mengenai evaluasi terkait perkembangan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Jembrana.
I Made Sudiada menyampaikan, dalam perkembangan situasi Covid-19 di Jembrana, pihaknya selalu update situasi terkini guna menjadikan perbaikan dalam penanganan Covid-19.
• Pemuda Loloan dan IKA UB Beri Bantuan APD ke Beberapa Puskesmas di Jembrana
• Cegah Covid-19, Kabag Ops Polres Gianyar Bagikan Masker kepada Masyarakat
• Pemkab Klungkung Akan Gelar Upacara Pemayuh Alit untuk Cegah Penyebaran Covid-19
"Selalu menekankan kepada Tim Satgas agar dalam setiap pelaksanaan tugas selalu bedasarkan SOP yang ada dan faktor keamanan tetap menjadi prioritas," terang Dansatgas Covid-19 dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali
Ia menjelaskan, adanya permasalahan di lapangan merupakan dilema, namun selaku Satgas pihaknya tetap berpedoman pada SOP tentang keluar masuknya Pelintas di Pelabuhan ASDP Gilimanuk.
"Dengan mengedepankan fungsi pemeriksaan seperti identitas diri, suhu panas tubuh dan penyemprotan disinfektan terhadap barang bawaan," jelasnya
Sementara itu, Bupati Jembrana, I Putu Artha menekankan kepada Satgas Covid-19 terkait penjagaan maupun pemeriksaan yang harus lebih tegas, tidak ada toleransi terhadap siapapun yang mau masuk Bali.
"Pemeriksaan oleh Satgas Covid-19 terhadap mereka semua harus turun di areal pelabuhan dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan bagi mereka semua," paparnya.
"Apabila suhu badan di bawah 38° celcius bisa melanjutkan perjalanan dan bagi daerah yang kena zona merah apabila masuk Bali, dilakukan pemeriksaan melalui KKP Pelabuhan dan apabila hasil dari Rapid Test menunjukan negatif, akan diberikan kartu kuning dan bisa melanjutkan perjalanan, namun apabila dinyatakan positif, langsung dipulangkan ke daerah asal, dengan pengawalan dari pihak Satgas Covid-19 hingga Pelabuhan Ketapang," jabar Bupati.
Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok menjelaskan, terkait keamanan, TNI menegaskan kembali tentang tugas dan fungsi masing-masing seperti tim kesehatan harus betul-betul menjalankan fungsinya dan tetap melakukan koordinasi apabila ada temuan pemeriksaan ke Tim Satgas Covid-19
"Disarankan nantinya dalam penjagaan pihak TNI atas koordinasi pihak ASDP ikut melaksanakan pemeriksaan di areal pelabuhan guna kelancaran dalam pemeriksaan bagi pelintas yang mau masuk Bali," bebernya.
Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa S.I.K., mengatakan, adanya informasi yang sudah berkembang tentang pelintas yang masuk Bali tanpa KTP/domisili Bali dipulangkan, itu merupakan hoaks.
Ia menambahkan, SOP merupakan acuan dalam melaksanakan tugas di lapangan bersinergi dengan aparat terkait termasuk Satgas Covid-19 Jembrana.