5.000 Pemandu Wisata Kehilangan Pekerjaan, HPI Bali: Mau Banting Setir, Sulit Cari Kerjaan Sekarang

"Pada saat itu kondisinya kami pramuwisata kehilangan turis China saja, artinya yang kehilangan itu pemandu wisata untuk bahasa Mandarin,"

Tribun Bali/Istimewa
Ilustrasi Pemandu wisata 

TRIBUN-BALI.COM - Kondisi perekonomian para pemandu wisata di Bali merosot tajam dalam satu  setengah bulan terakhir.

Hal ini dikarenakan pandemi virus corona atau Covid-19 yang mewabah di Indonesia sejak awal Maret 2020.

 Kondisi buruk tersebut disampaikan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI) Bali I Nyoman Nuarta.

Ia mengatakan Provinsi Bali kehilangan wisatawan akibat virus corona sejak dua bulan lalu.

 "Pada saat itu kondisinya kami pramuwisata kehilangan turis China saja, artinya yang kehilangan itu pemandu wisata untuk bahasa Mandarin," kata Nyoman saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/4/2020)

WHO Keluarkan Panduan Beribadah Selama Bulan Ramadan Ditengah Pandemi Covid-19

Sabun Batang Atau Sabun Cair, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

"Saat itu masih ada sebagian ( pemandu wisata) yang bekerja. Kemudian sejak corona ada di Indonesia tuh satu bulan setengah lalu, hilang sudah semua finansial kami, karena tidak ada lagi turis," jelas Nyoman.

Lanjutnya, tercatat sebanyak 5.000 anggota HPI Bali kehilangan dan kesulitan finansial sejak pandemi virus corona terjadi di Indonesia.

Adapun dari 5.000 orang tersebut, tercatat pula hampir 70 persen isinya adalah pemandu wisata yang sudah berkeluarga atau sudah menikah.

"Artinya kan mereka ini punya anak, istri. Ia harus memenuhi kebutuhan keluarganya. Di sisi lain pendapatannya tidak ada," ujarnya.

Ini Cara Mengatasi Penghasilan yang Kurang, Jadi Aset Berharga Bagi Perusahaan

Daftar Kartu Prakerja Gelombang II Mulai Hari Ini, Kamu Perlu Tahu Syarat dan Jenis Tesnya

Jeritan lain dari HPI disampaikan Nyoman yaitu ketika akan mencoba mencari pekerjaan lainnya untuk mengisi pemasukan.

Menurutnya, anggota HPI sangat kesulitan mencari pekerjaan lain atau banting setir.

 Hal ini dikarenakan semua pekerjaan pun sulit dicari sekarang ini, ia mencontohkan jika pemandu banting setir menjadi kuli bangunan.

"Siapa juga yang mau membuat bangunan di saat seperti ini, jadi akan sulit mau cari kerja apapun," terangnya.

Mencoba jalan keluar, HPI dikatakan telah memikirkan memulai dari sisi internal terlebih dulu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved