Corona di Bali

Disinyalir Sempat Kontak Langsung dengan Tukang Suwun, 37 Warga Disasar Rapid Test

Sejumlah petugas Dinas Kesehatan Bangli melakukan rapid test di wilayah Banjar Umanyar dan Pasar Kidul Bangli

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Humas Satgas Penaggulangan Covid-19 Bangli I Wayan Dirgayusa 

"Itu dibuktikan bahwa yang bersangkutan dirawat di RSU Bangli, yang mana RSU Bangli bukan merupakan rumah sakit rujukan untuk kasus Covid-19," ungkapnya.

Sedangkan informasi dari Wadir Pelayanan RSU Bangli, ujar Dirgayusa, pasien asal Banjar Tingkadbatu, Desa Jehem, Tembuku memang terinveksi virus.

Hanya saja bukan virus Covid-19.

Sementara untuk penanganan terhadap jenazah, disamakan dengan penaganan virus Covid-19.

"Itu dibuktikan dari hasil Rapid Test positif, sedangkan hasil Swab dinyatakan negatif," terangnya.

Lantas mengapa penganganan terhadap jenazah disamakan dengan penanganan virus Covid-19 ?,

Pria asal Desa Demulih itu menjelaskan, hal tersebut merupakan SOP dalam penanganan jenazah.

"Itu merupakan SOP di masa sekarang. Asalkan sudah kena virus, apapun itu virusnya, penaganan sama dengan virus Covid-19 sebagai antisipasi di bidang kesehatan," terangnya.

Dirgayusa tidak menampik dengan pola pemakaman jenazah yang disamakan dengan Covid-19, akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang belum mengetahui.

Karenanya sebagai antisipasi keresahan tersebut, saat mengantarkan jenazah pihak RSU Bangli juga membawa surat keterangan tentang kronologis dari jenazah yang bersangkutan.

"Saat ini kronologisnya sedang diproses," ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved