Corona di Bali

PMI Pesta Miras di Tempat Karantina, Pemkab Buleleng Akan Beri Sanksi Tegas

Pemkab Buleleng berencana akan memberikan sanksi tegas bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak mematuhi protap penanganan covid-19.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemkab Buleleng berencana akan memberikan sanksi tegas bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak mematuhi protap penanganan covid-19.

Sanksi tegas akan mulai diberikan setelah perpanjangan masa darurat covid, atau setelah Kamis (30/4/2020).

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana ditemui Kamis (23/4/2020) mengatakan, pemberian sanksi tegas ini diberikan mengingat masih sering ditemukan PMI yang berkumpul-kumpul bahkan ada yang menggelar pesta miras di areal hotel, yang dijadikan sebagai tempat karantina.

"Mereka cenderung melakukan gerakan yang melanggar sosial distancing. Malah ada yang minum-minum di hotel."

Alokasi APBD di Bawah 2 Persen, Guru Besar Unud Minta Pemprov Bali Mulai Perhatikan Pertanian

AS dan WHO Jadi Target Sasaran Hacker, Google Deteksi 18 Juta Phising dan Malware Per Hari

Pasien Positif Covid-19 di Bangli Bertambah Satu Orang, Total Jadi 22 Orang

"Ini akan kami awasi terus. Setelah perpanjangan masa darurat, kami akan mulai memberikan sanksi tegas kepada mereka yang melanggar protap yang sudah kami buat di tempat karantina," tegas Suradnyana.

Disinggung terkait bentuk pemberian sanksi, Suradnyana mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kapolres Buleleng serta Dandim 1609/Buleleng, agar sanski yang diberikan terukur.

"Kapolres dan Dandim kan juga bagian dari Gugus Tugas Covid. Saya akan berkoordinasi dulu dengan mereka. Kalau tidak bisa diberikan tindakan yang persuasif, terpaksa kami berikan tindakan represif," ucapnya.

Seluruh RTH di Kota Singaraja Ditutup, Masyarakat Diimbau Berolahraga di Rumah Masing-Masing

Dosen ITS Sri Fatmawati Berhasil Menjadi Anggota Ilmuwan Muda Dunia

Ekonomi Bali Anjlok Terdampak Covid-19, Prof Windia: Pariwisata Memberi Harapan Palsu

Di sisi lain, Suradnyana juga tidak menampik, banyak PMI yang tidak terdeteksi kedatangannya, karena masuk melalui jalur darat.

Untuk itu, para PMI yang sudah berada di Buleleng di bawah 25 hari yang lalu akan di-rapid test ulang.

"Banyak PMI yang tidak terdeteksi. Turun di Jakarta kemudian lewat jalur darat, tiba-tiba sudah ada di rumah (Buleleng). Mata rantai harus dipotong."

"Kami akan pantau terus, sudah ada datanya PMI yang pulang di bawah 25 hari lalu, akan kami rapid test semua. Sementara rapid test antigen datang Senin depan, itu untuk PMI yang baru datang biar cepat terdeteksi," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved