80 Paket Sembako Bantuan Donatur Diserahkan ke Warga Klungkung

Bantuan berupa paket sembako diserahkan Bupati Suwirta dengan skala prioritas menyasar warga yang benar-benar membutuhkan.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyalurkan bantuan dari donatur untuk mengantisipasi dampak Covid-19, Jumat (24/4/2020) Pagi 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyalurkan bantuan dari donatur untuk mengantisipasi dampak Covid-19, Jumat (24/4/2020) Pagi.

Bantuan berupa paket sembako diserahkan Bupati Suwirta dengan skala prioritas menyasar warga yang benar-benar membutuhkan.

Sebanyak 80 paket sembako masing-masing terdiri dari beras 10 kg, 1 liter minyak goreng, 1 dus mie instan dan ¼ kg ikan teri itu diserahkan Bupati Suwirta di tiga desa.

Diantaranya Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Desa Sampalan Tengah Kecamatan Dawan dan Desa Timuhun Kecamatan Banjarangkan.

Jumlah Penumpang di Terminal Mengwi Turun Drastis Akibat Larangan Mudik

Timbulkan Kerumunan, Satpol PP Denpasar Bubarkan Pembagian Nasi Bungkus Gratis

Soal Sholat Jumat, Kemenag Badung Imbau Umat untuk Sholat di Rumah dan Ganti dengan Sholat Dzuhur

Ada puluhan warga, terdiri dari lansia, disabilitas dan penderita ODGJ mendapat bantuan tersebut.

Menurut Bupati Suwirta, bantuan yang diterima dari para donatur harus segera disalurkan.

Hal ini untuk mengantisipasi agar barang tidak cepat rusak atau kadaluarsa.

“Hari ini kami telah menyalurkan bantuan dari donatur untuk mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Bupati Suwirta didampingi Kadisos Klungkung, Ida Bagus Anom Adnyana dan perwakilan salah satu donatur.

Sebelumnya, sebanyak 80 paket sembako itu diterima Bupati Suwirta dari salah satu koperasi di Klungkung.

Dalam kesempatan itu, Bupati berharap masyarakat dapat memahami kinerja pemerintah terkait pendistribusian bantuan. 

Bantuan yang diterima dari para donatur akan didata terlebih dahulu, kemudian didistribusikan sesuai data yang diberikan oleh perangkat desa.

 Ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih dan masyarakat yang terkena dampak Covid-19 akan mendapatkan bantuan secara merata. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved