Jumlah Penumpang di Terminal Mengwi Turun Drastis Akibat Larangan Mudik
Ditambah dengan terbitnya Peraturan Mentri Perhubungan no 25 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik idul fitri tahun 1441 hijriah
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dengan merebaknya pademi virus corona (Covid-19) membuat aktivitas di Terminal Mengwi Kabupaten Badung menurun.
Ditambah dengan terbitnya Peraturan Mentri Perhubungan no 25 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik idul fitri tahun 1441 hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus (Covid-19).
Kepala Terminal Mengwi Cok Agung Suarmaya ditemui di Terminal Mengwi, Jumat (24/4/2020) tak menampik hal tersebut.
Pihaknya mengatakan jika aktivitas terminal mengwi kini mengalami penurunan drastis.
• Timbulkan Kerumunan, Satpol PP Denpasar Bubarkan Pembagian Nasi Bungkus Gratis
• Soal Sholat Jumat, Kemenag Badung Imbau Umat untuk Sholat di Rumah dan Ganti dengan Sholat Dzuhur
• KNPI Bali Serahkan Bantuan APD untuk Tenaga Medis di Jembrana
Tak hanya karena adanya Peraturan Menteri namun karena muncul larangan dari pemerintah agar masyarakat tidak mudik untuk merayakan Lebaran.
"Iya, sekarang penumpang jauh menurun dibanding hari biasa. Apalagi musim mudik, biasanya sudah ramai," katanya saat dikonfirmasi.
Meski demikian, lanjut Suarmaya menjelaskan bahwa Terminal saat ini tetap buka seperti biasa.
Sejauh ini pihaknya tidak mendapat arahan dari Dirjen Perhubungan Darat untuk menghentikan operasional terminal walaupun di sejumlah daerah sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menangkal penyebaran Covid-19.
"Sementara kami tetap memberikan pelayanan. Petugas tetap ada yang jaga. Begitu juga protokol kesehatan di kawasan terminal tetap siap siaga apabila ada penumpang yang tiba ataupun berangkat," ungkapnya.
Disinggung mengenai larangan mudik oleh pemerintah, pihaknya mengakui imbauan tersebut menyebabkan jumlah penumpang yang ke luar Bali sudah ada penurunan yang cukup signifikan.
Akan tetapi, karena sebatas imbauan pihaknya tidak mempermasalahkan apabila ada yang tetap berangkat mudik lewat Terminal Mengwi.
"Larangan mudik memang ada, tapi kan tidak ada sanksi. Penumpang keluar Bali tetap ada, mungkin karena mereka terlanjur membeli tiket sebelum ada larangan itu," jelasnya.
Ia menjelaskan, beberapa kendaraan yang biasa masuk ke Surabaya kini juga semakin berkurang.
Hal itu dikarenakan daerah tersebut sudah masuk zona merah Covid-19.
"Tujuan Surabaya, secara otomatis dengan ketatnya seleksi warga yang datang ke daerah itu membuat arus transportasi juga berkurang. Sehingga kita harapkan masyarakat tidak berpergian dulu. Kalaupun tetap (berpergian) berarti mereka sudah tahu risikonya, misalnya siap dikarantina maupun yang lainnya," bebernya.
Pihaknya pun memprediksi dalam minggu-minggu ini aktivitas penumpang tetap akan ada meski jumlahnya akan terus menyusut.
Pasalnya kata Suarmaya untuk mudik banyak yang sudah curi start. Sebelum ada pengumuman imbauan tidak mudik tersebut.
“Biasanya kalau hari normal rata-rata pergerakan penumpang 900-1.200 orang dengan jumlah total armada 70-80 setiap hari. Tapi sekarang, hingga siang ini (kemarin) baru ada 13 bus dengan jumlah penumpang 184 orang,” papar Suarmaya.
Disinggung mengenai pembatalan kebrangkatan, Cok Suamaya menyatakan soal batal atau tidak sejauh ini pihaknya tidak mendapat konfirmasi.
Menurutnya untuk masalah penjualan tiket yang lebih tahu adalah masing-masing PO bus.
Bahkan, kata dia, pihaknya di Terminal Terbesar di Bali ini hanya bertugas memfasilitasi penumpang yang akan berangkat maupun datang.
"Urusan penjualan tiket sepenuhnya ada dimasing-masing PO bus," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, dalam menjamin keamanan di wilayah terminal dari Covid-19, bagi penumpang yang datang di Terminal Mengwi wajib mengikuti aturan yakni, penumpang yang baru tiba wajib dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.
Begitu juga barang bawaan disemprot dan harus masuk bilik sanititasi.
"Untuk kedatangan, apapun yang datang kesini kita terima. Tapi, untuk mencegah penyebaran virus Corona penumpang yang baru datang wajib masuk pada bilik sanitasi. Disitu kita pakai detol, jadi aman. Kawasan ini juga kita dua kali semprot disinfektan dalam sehari. Begitu juga ada tim medis yang akan melakukan pengecekan suhu tubuh," pungkasnya. (*)