Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Rapid Test Massal, 6 PMI Buleleng Ditemukan Positif Virus Corona, Gugus Tugas Tunggu Hasil Swab

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng telah melakukan rapid test massal kepada 324 Pekerja Migran Indonesia

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Rapid Test Massal, 6 PMI Buleleng Ditemukan Positif Virus Corona, Gugus Tugas Tunggu Hasil Swab 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng telah melakukan rapid test massal kepada 324 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tiba di Buleleng di bawah 25 hari lalu.

Hasilnya, ada enam PMI yang hasil rapid test-nya positif virus Corona atau Covid-19, sehingga mereka langsung dikarantina di RS Pratama Giri Emas, untuk menjalani tes swab.

Seperti diketahui, rapid test massal ini dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 lantaran banyak ditemukan kasus PMI yang sudah menjalani isolasi mandiri di rumah, nyatanya hasil rapid test-nya positif.

Kendati hasil rapid test disebut-sebut hanya memiliki tingkat keakuratan 70-80 persen.

Untuk itu, bagi PMI yang hasil rapid test-nya positif akan dites swab oleh Gugus Tugas COvid-19 untuk memastikan apakah yang bersangkutan terinfeksi virus Corona atau tidak.

Bupati Buleleng yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Putu Agus Suradnyana, Jumat (24/4/2020), mengatakan rapid test massal ini dilakukan oleh seluruh puskemas yang ada di Buleleng.

Sebenarnya jumlah PMI yang harus di-rapid test, yang kedatangannya di bawah 25 hari lalu, kurang lebih 800 orang.

Sementara pada Jumat siang, jumlah PMI yang baru selesai di-rapid test sebanyak 324 orang, sehingga sisanya akan dilanjutkan Sabtu (25/4/2020) esok.

Dengan adanya rapid test massal ini, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penumpukan pasien di RS Pratama Giri Emas.

Untuk itu, Suradnyana mengaku akan menjadikan ruang Mahotama RSUD Buleleng sebagai tempat khusus untuk merawat pasien Covid-19.

Persiapannya, sebut Suradnyana, membutuhkan waktu selama satu minggu.

"Di Giri Emas, kapasitas khusus untuk pasien yang hasil tas swab-nya positif ada 18, artinya ruangan itu untuk pasien yang sudah pasti terinfeksi Covid-19. Sedangkan untuk yang masih hasil rapid test, akan kami karantina di ruang bangsal yang ada di RS Giri Emas juga. Kalau semua itu sudah penuh, baru kami gunakan gedung Mahotama di RSUD Buleleng," terangnya.

Suradnyana tidak memungkiri Gubernur Bali sejatinya telah mengambil kebijakan untuk merawat seluruh pasien positif virus Corona yang ada di kabupaten ke rumah sakit yang ada di Denpasar (RSUP Sanglah, Bali Mandara dan Unud).

Namun melihat kondisinya saat ini, jumlah pasien yang ada di ketiga rumah sakit itu juga membeludak.

"Makanya kami berusaha untuk tidak membebani provinsi dalam hal kapasitas. Kami akan usulkan ke gubernur untuk membantu dari segi pembiayaan saja," ucapnya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved