Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

PHRI Berharap Ada Bantuan Keuangan ke Perusahaan untuk Talangi Gaji Karyawan Hotel

Ketua PHRI Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengharapkan adanya bailout atau pemberian bantuan keuangan pada industri pariwisata di Bali

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Suasana Hotel dan Restauran di Nusa Penida belum lama ini. PHRI Berharap Ada Bantuan Keuangan ke Perusahaan untuk Talangi Gaji Karyawan Hotel 

Laporan Wartawan Tribun Bali,  A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gungde Dalem, seorang karyawan hotel di Seminyak, mengaku telah dirumahkan dengan gaji hanya 50 persen.

Ia pun menerima ini, karena paham kondisi krisis global mengakibatkan tak ada turis datang ke Bali, setelah pandemi virus Corona atau Covid-19 melanda seluru dunia.

"Saya dengar juga ada teman yang bahkan di-PHK, jadi saya bersyukur masih dapat gaji walau setengah," imbuhnya. 

Ketua PHRI Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengharapkan adanya bailout atau pemberian bantuan keuangan pada industri pariwisata di Bali di tengah krisis pandemi Covid-19 ini.

Pasalnya, saat ini industri, seperti hotel di Bali telah zero okupansi dan tidak ada pemasukan sama sekali.

“Jadi 96 persen hotel di Bali tidak beroperasi, sisanya masih buka dan kebanyakan menerima PMI untuk karantina,” katanya, kepada Tribun Bali, Minggu (26/4/2020).

Mengenai hotel yang masih buka, dan memberikan harga diskon layaknya kos-kosan, tak ditampik pria yang juga Ketua BPPD Badung ini.

“Memang ada, termasuk hotel berbintang juga dengan harga sangat murah. Guna meng-cover biaya listrik, staf yang incharge, tapi kelihatannya tidak berjalan juga,” tegas Rai, sapaan akrabnya.

Pasalnya, saat ini baik tamu asing maupun lokal tidak ada yang plesiran.

Disebabkan negara-negara kantong turis menerapkan lockdown, sedangkan Indonesia menerapkan social distancing dan PSBB.

“Apalagi sekarang penerbangan sangat terbatas, jadi baik market lokal apalagi market asing tidak ada yang datang ke Bali. Semua tentu berdiam diri di rumah, demi keamanan, kalau pun harus keluar tetap menggunakan masker dan jaga jarak,” jelasnya.

Untuk itu, Rai berharap pemerintah semakin cepat tanggap dalam kondisi darurat ini.

Sehingga semuanya bisa melalui fase krisis tanpa pehaka besar-besaran atau bangkrut.

“Pertama adalah bagaimana mengatasi wabah ini dulu,” tegasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved