60 Orang Penumpang Bus yang Pulang Kampung ke Jawa Diizinkan Meninggalkan Denpasar, Ini Alasannya

Pemantauan ini dilakukan di kawasan terminal Ubung, tepatnya di Jl. Pidada, Kelurahan Ubung Kecamatan Denpasar Utara.

Istimewa/Dishub Denpasar
Pemantauan pemudik di Jalan Pidada Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pemantauan larangan mudik kembali dilakukan di Kota Denpasar, Senin (27/4/2020) siang.

Setelah sebelumnya Satpol PP Kota Denpasar membubarkan dua bus warga yang akan mudik, kini Dinas Perhubungan Kota Denpasar menemukan dua bus yang membawa penumpang untuk pulang kampung.

Diketahui dua bus ini mengangkut 60 orang penumpang yang pulang ke Jawa.

Pemantauan ini dilakukan di kawasan terminal Ubung, tepatnya di Jl. Pidada, Kelurahan Ubung Kecamatan Denpasar Utara.

Jukut Paku Diburu Warga Desa Suwat Gianyar Disaat Pandemi Covid-19

Pasca Terbitnya Permenhub No.25/2020, Begini Suasana Terminal Mengwi Hari Ini

Selain Bau Mulut, Lidah Kotor juga Dapat Sebabkan Kerusakan Gigi dan Kurangi Kepekaan Rasa

Dikarenakan penumpang tersebut beralasan melakukan pulang kampung, maka diijinkan meninggalkan Kota Denpasar.

Kadishub Kota Denpasar, Ketut Saryawan mengatakan, sebelum melakukan perjalanan, semua identitas penumpang tersebut dicek yang dibantu dari unsur Kelurahan Ubung.

"Kami sampaikan kepada mereka terkait larangan untuk mudik, namun puluhan penumpang ini merupakan pekerja bangunan yang saat ini sudah tidak bekerja lagi dan mereka memilih untuk pulang kampung, sehingga kami berikan," katanya.

Selain pengecekan identitas, barang bawaan penumpang ini juga disemprot disinfektan.

Pihaknya juga melakukan operasi wajib masker dan memantau pergerakan pelanggaran angkutan yang mengangkut orang mudik serta melarang untuk mudik.

"Kami sudah melakukan pendataan dan pemanataun secara rinci terkait dua bus yang mengakut penumpang ini yang melakukan pulang kampung karena pekerjaan mereka di proyek bangunan dan sudah tidak bekerja. Karena sudah tidak bekerja itu maka kami ijinkan pulang kampung," katanya.

Pihaknya mengaku akan tetap melakukan pemantauan aktivitas keluar masuknya orang di Kota Denpasar.

"Keluar masuk orang ke Kota Denpasar akan tetap dipantau. Secara bersama-sama kita dapat berperan aktif dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus corona," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved