Kadistan: Generasi Muda Jangan Gengsi Bertani, 70 Persen Kawasan Gianyar adalah pertanian

Dinas Pertanian (Distan) Gianyar, meminta semua pihak, terutama generasi muda supaya kembali menekuni pertanian.

dok
Lahan pertanian di Kecematan Tegalalang, Gianyar. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Di tengah pandemi covid-19 Gianyar yang menyebabkan banyak masyarakat kehilangan penghasilan, masyarakat diminta untuk tidak lagi meilih-milih pekerjaan.

Satu pekerjaan yang selama ini ditinggal generasi muda, adalah pertanian.

 Dinas Pertanian (Distan) Gianyar, meminta semua pihak, terutama generasi muda supaya kembali menekuni pertanian.

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Senin (27/4/2020), penyebab selama ini minimnya generasi yang turun ke pertanian, bukan semata karena tidak memiliki lahan.

Jogging Track di Subak Kerdung Kelurahan Pedungan Ditutup untuk Putus Rantai Penyebaran Covid-19

Ini 4 Tips Bisnis Kuliner Ramadhan di Tengah Pandemi Corona dari Dosen FEB Unair

Diberhentikan Presiden dari Jabatan di KPAI, Sitti Hikmawaty: Kesalahan Saya Masuk Kategori Apa?

Bahkan tidak sedikit pemilik lahan, yang justru ‘meminjamkan’ lahannya kepada penggarap, dan memilih pekerjaan di bidang lain, meskipun hasil dari pekerjaan lain itu biasa-biasa saja.

“Permasalahan kita selama ini bukan karena tidak adanya lahan, tapi lebih ke gengsi,” ujarnya Kepala Dinas Pertanian Gianyar, Made Raka.

Raka mengatakan, pihaknya saat ini akan lebih mengoptimalkan menumbuhkan minat masyarakat, khususnya generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian.

 Terlebih lagi, DPRD Gianyar mengungkapkan, fakta terntang turunnya laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gianyar sebesar 1,2 persen di tahun 2020 akibat sektor pertanian tidak tergarap maksimal.

Secara teritorial, kondisi tersebut terkesan ironis.

Berdasarkan data yang dipaparkan DPRD Gianyar beberapa hari lalu, terungkap lahan pertanian basah di Kabupaten Gianyar masih sekitar 14 ribu hektare, sementara lahan kering atau tegalan 13 ribu hektare, itu artinya 70 persen kawasan Gianyar merupakan lahan pertanian.

“Kami harapkan generasi muda agar tidak gengsi, malu atau takut untuk bertani. Manfaatkan lahan yang ada, jika lahan sempit pergunakan untuk menanam sayuran, apalagi dalam situasi covid-19 ini, setiap kebutuhan pokok sangat berarti,” ujar Raka.

Raka tidak menampik, meskipun 70 persen wilayah Kabupaten Gianyar merupakan pertanian, namun ada masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian.

Namun hal ini, kata dia, tidak serta-merta menjadi penghalang untuk bertani.

 “Bisa pakai sedikit pekarangan rumah, tidak harus di sawah,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved