Corona di Bali

Soal Dugaan Mafia Rapid Test, Satgas Covid19 Gianyar Akui Ada Human Error

Juru Bicara Satgas Covid-19 Gianyar, Dewa Alit Mudiarta, Jumat (1/5/2020) sore telah mengumumkan hasil penelusuran.

Pixabay
Ilustrasi tes virus corona 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Satgas Covid-19 Gianyar telah melakukan penelusuran terkait adanya dugaan permintaan biaya rapid test untuk empat orang keluarga seorang PMI yang sempat positif covid-19 di Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar Bali.

Hasilnya, diakui memang terjadi human error.

Uang yang telah dibayar oleh warga tersebut akan dikembalikan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Gianyar, Dewa Alit Mudiarta, Jumat (1/5/2020) sore telah mengumumkan hasil penelusuran.

Dimana penelusurannya dilakukan di RSUD Sanjiwani, karena rapid test yang dilakukan para pasien ini dilakukan di rumah sakit milik Pemkab Gianyar tersebut.

"Untuk permakluman setelah ditelusuri memang benar keluarga PMI yang dari Petulu dipungut biaya waktu rapid test di Rumah Sakit Sanjiwani. Itu sudah diakui human error dan besok dananya akan dikembalikan," ujarnya.

Namun Dewa Alit tidak menjelaskan secara spesifik maksud human error tersebut.

Terkait apa tindakan Satgas Gianyar terkait hal ini, Dewa Alit mengatakan pihaknya akan melaporkan pada pimpinan, dalam hal ini Bupati Gianyar, Made Mahayastra.

"Terkait adakah sanksi, besok kita akan laporkan pada pimpinan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, empat orang keluarga seorang PMI ditagih biaya ratusan ribu rupiah saat melakukan rapid test.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved