Jika Psikologis Kalian Terganggu Covid-19, Hubungi Hotline Ini. Silakan Curhat
Setiap hari, layanan ini mulai buka dari pukul 08.00 hingga pukul 20.00 Wita.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: I Putu Darmendra
DENPASAR, TRIBUN-BALI.COM - Layanan hotline dukungan kesehatan jiwa dan psikososial dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar aktif mulai, Jumat (1/5/2020).
Sejak diaktifkan, masyarakat mulai menghubungi layanan hotline tersebut.
Petugas Pelaksana Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Denpasar, Luh Gde Gresia Arselina mengatakan, warga yang mengirimkan pesan lewat WhatsApp cukup banyak.
Namun pihaknya melakukan penyaringan terhadap orang-orang yang mengirimkan pesan. Ini lantaran masih banyak yang bingung terkait layanan ini.
"Masih banyak masyarakat yang bingung apakah layanan ini merupakan layanan untuk Covid-19 secara umum atau bagaimana sebab ada beberapa orang yang bertanya terkait bantuan," ungkap Gresia, Minggu (3/5/2020).
Ia jelaskan, layanan hotline ini untuk membantu psikologi masyarakat terkait Covid-19 dan dampak lainnya.
Setiap hari, layanan ini mulai buka dari pukul 08.00 hingga pukul 20.00 Wita. Jika ada yang berkonsultasi melewati jam yang ditentukan maka akan dilanjutkan keesokan harinya.
Gresia menjelaskan bentuk-bentuk ketakutan dari masyarakat yang berkonsultasi seperti takut kehilangan pekerjaan akibat pandemi dan juga kecemasan terkait berita yang beredar tentang Covid-19.
"Disarankan bagi kita yang yang merasa cemas setelah membaca berita yang beredar di media sosial untuk memfilter sumber-sumber berita yang kurang akurat. Lebih baik membatasi untuk penggunaan media sosial agar dapat mengurangi rasa kecemasan," pesan dia.
Setelah masyarakat berkonsultasi, pihak Dinkes akan memberikan solusi. Salah satunya dengan bentuk terapi.
Terapi yang akan diberikan oleh masyarakat yaitu relaksasi dengan melakukan latihan tarik napas atau bisa dengan membuat jurnal harian.
"Seandainya dengan solusi-solusi tersebut juga belum bisa teratasi atau dari mereka memiliki masalah yang lebih serius akan dilakukan rujukan ke profesional kesehatan kejiwaan," jelas dia.
Layanan hotline ini baru memberi sebatas solusi untuk orang-orang yang berkonsultasi. Sebab kebanyakan dari orang-orang yang bercerita, sudah cukup merasa lega setelahnya.
Ia mengatakan, terkadang banyak orang susah menjadi pendengar yang baik.
"Misalkan saat kita bercerita, mereka lebih banyak memberikan masukan padahal kita hanya perlu didengarkan saja," jelasnya.