Lezat dan Gurihnya Cita Rasa Blayag Umah Ketipat Food Corner

Salah satu makanan khas Singaraja, Buleleng, Bali adalah Blayag. Menu tersebut dapat Tribunners nikmati di Umah Ketipat Food Corner

Istimewa
Menu Blayag yang ditawarkan di Umah Ketipat Food Corner, Jalan Sudirman No 43 Singaraja, Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Salah satu makanan khas Singaraja, Buleleng, Bali adalah Blayag.

Menu Blayag ini biasanya berisikan potongan ketupat atau yang biasa disebut tipat, lalu berisikan kuah kental kuning, sayuran, ayam suir, telur rebus dan ada juga yang berisikan usus ayam.

Isian menu ini pun biasanya bervariasi tergantung dari pedagang Blayag itu sendiri.

Namun, bagi Tribunners yang ingin mencicipi menu Blayag yang lezat ditemani suasana tempat yang asri dan instagramable, Tribunners bisa coba untuk mengunjungi tempat makan ini.

Petugas Gabungan Perketat Pemeriksaan Kendaraan yang Lewati Pos Pengamanan dan Penyekatan

Kesan Positif dan Kendala Pembelajaran Online di SMP Dharma Wiweka Denpasar

3 Tips Membesarkan Anak Agar Selalu Bahagia

Tempat tersebut merupakan Umah Ketipat Food Corner yang beralamat di Jalan Sudirman No 43 Singaraja, Bali.

Di Umah Ketipat Food Corner ini menyuguhkan berbagai menu kuliner khas Buleleng, mulai dari menu Blayag, Syobak dengan daging babi hingga ayam ada di tempat ini.

Owner sekaligus penggagas Umah Ketipat Food Corner, Wayan Agus Sastrawan menuturkan, bahwa menu Blayag ditempatnya memiliki citarasa bumbu yang kental dan lezat.

"Mereka (pengunjung, red) bilangnya enak karena bumbu disini beda dan rasanya juga seperti rasa makanan rumahan," ujarnya pada Tribun Bali.

Menurutnya, menu Blayagnya ini dalam seharinya bisa terjual sampai dengan 100 porsi dan pesanan ini sudah termasuk pesanan untuk dibawa pulang oleh pengunjung.

Umah Ketipat Food Corner sendiri membandrol harga mulai dari Rp 3 ribu-Rp 15 ribu dan harga ini belum ditambah dengan PPN.

Selain menu Blayag, menu Syobak dengan daging ayam juga merupakan menu best seller di tempat ini karena dalam seharinya menu tersebut dapat terjual sampai dengan 60 porsi.

Tidak hanya kedua menu tadi, di tempat ini Tribunners juga bisa menemukan beberapa menu kuliner yang kini mulai sulit ditemui di Buleleng, seperti Jukut Buangit dan jajan Batun Bedil.

"Saya ingin membangun image kalau belum mampir ke Umah Ketipat Food Corner, belum ke Singaraja namanya. Untuk mewujudkan hal tersebut prosesnya memang masih panjang sekali, dan karena itu juga Saya ajak teman-teman lainnya untuk bergabung dan bersama-sama mewujudkannya," ungkap Wayan Agus Sastrawan.

Di tempat ini, Tribunners juga dapat menjumpai tenant-tenant lainnya seperti Balinese Food Warung MenCobek 2, Janji Jiwa, hingga Kebab Made dan tenant ini pun memiliki keunikannya masing-masing mulai dari menu yang ditawarkan hingga range harga yang terbilang ramah di kantong masyarakat. (*).

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved