Coret Belanja Modal Rp 894 M, Bupati Gianyar Batalkan Proyek Rumjab Hingga Pembangunan Kolam Renang

Agus Mahayastra, sapaannya, mengungkapkan pihaknya telah merasionalisasikan sejumlah proyek APBD 2020.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Bupati Gianyar, Made Mahayastra berbincang dengan News Manager Tribun Bali, Komang Agus Ruspawan di Kantor Bupati Gianyar, Senin (4/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Bupati Gianyar, Made ‘Agus’ Mahayastra menerima rombongan Tribun Bali yang dipimpin news manager, I Komang Agus Rupawan di Kantor Bupati Gianyar, Senin (4/5/2020).

Dalam acara silaturahmi tersebut, politikus PDIP asal Payangan ini tampak bersemangat menceritakan langkah-langkah strategisnya dalam menghadapi covid-19 ini.

Agus Mahayastra, sapaannya, mengungkapkan pihaknya telah merasionalisasikan sejumlah proyek APBD 2020.

Dalam penyisiran yang dilakukan, ada berbagai proyek yang sudah ditetapkan dalam APBD Induk 2020 terpaksa dicoret, karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar yang hampir 70 persen bersumber dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) kini telah ‘mati suri’ disebabkan tidak beroperasi pasca pandemi covid-19.

Yamaha Lexi 125cc Tampilkan Desain Elegan yang Pas Jadi Partner Berkendara Masyarakat Indonesia

Korsel Ungkap Kim Jong Un Tak Pernah Operasi Jantung: Ia Hanya Mengelabui Publik Soal Kondisinya

Tips Aman Berolahraga Saat Puasa, Perhatikan Beberapa Hal Ini

Matinya PAD ini, kata Agus, mengakibatkan pembangunan-pembangunan tersebut tidak mungkin tercapai, karena ketidaktersediaan anggaran.

“Total nilai belanja modal APBD 2020 yang saya coret sebesar Rp 894 miliar,” ujar Agus Mahayastra.

Proyek yang dibatalkan pembangunannya ini, mulai dari rencana pembuatan Pusat Pemerintah (Puspem), rumah jabatan (Rumjab) bupati yang sebelumnya dianggarkan Rp 21,8 miliar hingga pembuatan kolam renang di Sukawati yang rencananya disiapkan untuk para atlet renang Gianyar, senilai Rp 47 miliar.

“Rumah jabatan dicoret. Kan gak mungkin saya membangun rumah jabatan di situasi seperti ini. Saya juga menolak tunjangan rumah, bahkan sudah saya lakukan semenjak menjadi Ketua DPRD Gianyar. Jadi, sejak tujuh tahun lalu, saya tidak mengabil duit tunjangan perumahan. Rata-rata Rp 30 juta per bulan dikalikan tujuh tahun, wah, sudah miliaran rupiah saya sumbangkan ke kas daerah,” ungkap Agus lalu tersenyum.

Kata Agus Mahayastra, keberadaan proyek dalam situasi seperti ini sebenarnya sangat dibutuhkan untuk perputaran ekonomi masyarakat di Gianyar.

 Namun beruntung, ketika APBD tidak bisa memenui hal itu, masih ada sejumlah proyek APBN tetap jalan di Gianyar tahun ini, dengan total pergerakan ekonominya mencapai Rp 736 miliar.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved