Serba Serbi dirumahaja
Jaga Ritme Belajar Anak Walaupun di Rumah Saja
Para orang tua mengeluhkan anaknya yang merasa keberatan menerima tugas yang banyak dari gurunya dalam pembelajaran daring ini.
Oleh: I Putu Yoga Purandina, M.Pd. (Dosen Jurusan Dharma Acarya, STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja)
Belakangan ini dunia pendidian kita terus dirundung pergejolakan di masyarakat.
Para orang tua mengeluhkan anaknya yang merasa keberatan menerima tugas yang banyak dari gurunya dalam pembelajaran daring ini.
Dikutip dari Wartakotalive.com, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti membenarkan bahwa tugas atau pembelajaran daring yang diberikan oleh guru selama ini sangat memberatkan siswa serta orang tua di rumah.
Dimana siatuasi saat ini merupakan situasi yang sulit, ditambah lagi dengan banyaknya tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa yang mesti ditemani dan dibimbing oleh orang tuanya. Ini membuat siswa sekaligus orang tua menjadi stres.
• Cara Daftar Kartu Pra Kerja Gelombang 4 dengan Login www.prakerja.go.id & Cara Peroleh Sertifikat
• Hasil Operasi Ketupat Agung 2020 di Badung Selama 10 Hari, Terpantau Ada Penurunan Arus Lalu Lintas
• Coret Belanja Modal Rp 894 M, Bupati Gianyar Batalkan Proyek Rumjab Hingga Pembangunan Kolam Renang
Senada dengan Retno, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau lebih dikenal dengan Kak Seto juga membenarkan bahwa banyak anak yang stres dan ingin kembali ke sekolah saja, dari pada mengikuti kegiatan pembelajaran daring.
Namun keadaan ini tidak memungkinkan untuk kembali ke sekolah.
Maka dari itu sebaiknya guru memahami psikologi anak dan keluarganya pada saat di rumah.
Guru harus mampu menakar sejauh mana materi atau kegiatan pembelajaran yang mesti dilakukan atau dikerjakan oleh siswa.
Selama ini sebagian besar guru salah menafsirkan atau gagal paham tentang apa itu pembelajaran daring.
• Syarat & Dua Cara Mudah Mendapatkan Token Gratis dari PLN, Begini Langkahnya
• Persib Jamin Gaji dan Kontrak Pemain Aman Kendati Kelanjutan Liga Belum Pasti
Kemungkinan guru hanya mengangap pembelajaran daring itu hanya cukup meberi tugas tanpa memberikan bimbingan atau penjelasan lebih lanjut.
Dan bahkan ada juga yang memberikan tugas begitu saja tanpa mampu menakar sejauh mana kemampuan serta tingkat psikologis siswanya di rumah. Guru semestinya mampu memperhitungkan waktu pengerjaan tugas, sumber belajar, beban psikis siswa dan keluarganya di rumah, serta daya dukung seperti sarana dan prasarana belajar siswa di rumahnya.
Padahal sejatinya pembelajaran daring saat ini, tujuannya untuk tetap menjaga ritme belajar siswa dengan memeberikan aktifitas rutin belajar agar menjaga keteraturan semangat belajar siswa.
Disinilah lagi-lagi kreatifitas guru sangat diperlukan.
Guru harus mampu mendesain pembelajaran daringnya supaya dapat memotivasi siswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/i-putu-yoga-purandina-mpd.jpg)