Corona di Bali

Ngaben di Desa Sudaji Tanggung Jawab Bersama, Polres Buleleng Didesak Cabut Status Tersangka Gede S

Ia pun berencana akan mendatangi Mapolres Buleleng pada Rabu (6/5/2020) agar polisi dapat segera mencabut status Gede S sebagai tersangka.

Istimewa
Proses Upacara Pengabenan di Desa Sudaji, Jumat (1/5/2020) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Perbekel Desa Sudaji Fajar Kurniawan sangat menyayangkan aksi yang dilakukan Polres Buleleng, menetapkan Ketua Panitia Pengabenan di desa setempat, berinisial Gede S sebagai tersangka.

Ia pun berencana akan mendatangi Mapolres Buleleng pada Rabu (6/5/2020) agar polisi dapat segera mencabut status Gede S sebagai tersangka

Dikonfirmasi melalui saluran telepon Selasa (5/5), Fajar mengatakan, upacara ngaben yang dilaksanakan Dadia Pasek Kubayan dan Dadia Pasek Gelgel pada Jumat lalu sejatinya menjadi tanggung jawab bersama, baik dari pihak desa adat, desa dinas, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

 Saat upacara ngaben digelar, Fajar pun mengklaim pihaknya telah berupaya untuk membantu dari segi pengamanan agar tidak terjadi kerumunan massa ditengah wabah virus corona atau covid-19 ini.

Penutupan Sidang Paripurna Virtual DPRD Kota Denpasar, Dewan Apesiasi LKPJ Walikota Denpasar TA 2019

Dua Insiden Kecelakaan Kembali Terjadi, Truk Muatan Barang Terguling di Nusa Dua dan Denpasar

Hindari Kerumunan Orang di Sekolah, Disdikpora Badung Rancang Sistem PPDB Online

Namun mengingat geografis yang ada di Desa Sudaji memiliki jalan yang cukup terjal, sehingga dibutuhkan banyak tenaga untuk  bahu membahu mengusung bade.

 Hal ini kemudian dinilai melanggar instruksi pemerintah dan maklumat kapolri terakit pelaksanaan social distancing dan physical distancing.

"Tidak dilihat sisi geografis Desa Sudaji seperti apa, yang jalannya sangat terjal. 25 orang tidak sanggup untuk mengangkat bade. Kami dari perangkat dinas akan membela warga kami. Kami tidak mencuci tangan begitu saja. Besok (Rabu,red) kami akan melakukan pendekatan dengan Polres. Mudah-mudahan kami diberikan kesempatan untuk menyampaikan kronologi sebelum dan sesudah upacara seperti apa," terang Fajar.

Fajar pun berharap, Polres bisa memberikan kebijakan dan toleransi  budaya yang dimiliki masyarakat Desa Sudaji.

"Tindakan proses hukum yang dilakukan seolah-olah menyudutkan adat dan budaya kita. Andai kata 14 hari kedepan, tidak ada warga kami yang terjangkit virus, kami akan menuntut. Kalau tidak ada yang dikorbankan apakah proses hukum ini bisa lanjut? Saya akan melindungi masyarakat kami," tutupnya.

Pemkot Denpasar Beri Relaksasi Pajak kepada Pelaku Usaha & Warga Selama 3 Bulan Kedepan

Bunuh Bos Toko Bangunan Karena Sakit Hati Dicaci Maki, Sakim Fadillah Dituntut 15 Tahun Penjara

Ibu-ibu di Denpasar Ini Ikut Memasak Makanan Gratis, Sehari Bagikan 100 Bungkus Nasi

Terpisah, Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Sumarjaya menegaskan, pihaknya tidak melarang masyarakat untuk melaksanakan upacara ngaben.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved