Corona di Bali

Empat PDP di Buleleng Dinyatakan Sembuh, Hasil Swab 16 Warga Bondalem Belum Diterima

Mereka dinyatakan sembuh, setelah hasil swabnya dua kali berturut-turut terkonfirmasi negatif dari virus corona atau covid-19.

tribun bali/ ratu ayu desiani
Sekda Buleleng Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA  - Sebanyak empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sempat dirawat di RS Pratama Giri Emas, Kecamatan, Sawan, Buleleng kini telah diperbolehkan pulang.

Mereka dinyatakan sembuh, setelah hasil swabnya dua kali berturut-turut terkonfirmasi negatif dari virus corona atau covid-19.

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa Rabu (6/5/2020) mengatakan, empat pasien yang dinyatakan sembuh itu merupakan PDP 22 (Pekerja Migran Indonesia), PDP 23 (sempat kontak erat dengan PDP 18), PDP 31 (pedagang di pasar Desa Bondalem) dan PDP 33 (pedagang di pasar Desa Bondalem).

Dengan pulangnya empat pasien ini,  RS Pratama Giri Emas kini tinggal merawat 16 orang PDP yang hasil swabnya terkonfirmasi positif virus corona.

Kepala Perwakilan BI Bali Ingatkan Pentingnya Transaksi Non Tunai (QRIS) Ditengah Pandemi Corona

Sekali Jalan, Laboratorium FKIK Universitas Warmadewa Mampu Cek 40 Sampel Swab

Tabanan Waspadai Transmisi Lokal Covid-19, Komisi Gabungan di Dewan Kembali Bahas Hak Tenaga Medis

Sementara saat disinggung terkait swab 16 warga Desa Bondalem, hingga berita ini ditulis Suyasa mengaku belum menerima hasilnya dari RSUP Sanglah.

Disinggung terkait penambahan ruang perawatan untuk pasien terkonfirmasi positif di RS Pratama Giri Emas, Suyasa mengaku belum dapat membuatnya dalam waktu dekat ini. Mengingat beberapa ruangan di rumah sakit tersebut, sudah terdapat pasien yang hasil swabnya positif virus corona.

Sehingga dikhawatirkan bisa membahayakan kesehatan para pekerja (tukang).

"Kami butuh waktu untuk mencari tulang yang beraniz tentu harus dilengkapi dengan APD yang cukup, karena diruangan sudah ada pasien positif. Ternyata menambah ruangan lagi tidak semudah yang dipikirkan. Sehingga tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat," jelasnya.

Disisi lain, Suyasa juga tidak memungkiri, telah menerima laporan dari Desa Bondalem terkait ditemukannya beberapa beras yang dikirim untuk warga Desa Bondalem dalam kondisi rusak.

Dimana, warna beras berwarna kuning. Untuk itu, Suyasa telah meminta kepada perbekel, menghitung jumlah beras yang rusak sehingga bisa diganti dengan beras yang layak dikonsumsi.

"Pemkab punya cadangan beras pemerintah di Bulog 100 ton.  Sebelumnya Kadinsos sudah periksa kualitas beras agar diterima warga kondisinya baik. Namun karena jumlahnya banyak ada yang tidak sesuai. Kalau ada warga yang menerima beras dalam kondisi rusak , dikembalikan saja. kami jamin tidak akan terjadi pengurangan, kami akan ganti dengan beras yang lebih baik," terang Suyasa. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved