Corona di Bali
Industri Pariwisata di Bali Perlu Terobosan & Strategi Matang Hadapi Era Pasca Pandemi Covid-19
pelaku pariwisata khususnya di bidang perhotelan dan bisnis restoran memandang perlu diadakannya suatu terobosan lebih awal, untuk menyikapi
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pelaku industri khususnya pariwisata, perlu upaya strategis dan persiapan yang lebih matang dari situasi sebelumnya.
Hal ini terkait tren baru yang akan hadir, pasca pandemi Covid-19 menyangkut perubahan perilaku konsumen, tuntutan tingkat kesehatan, resesi ekonomi dunia, psikologi pasar dan sebagainya.
Melihat hal tersebut, pelaku pariwisata khususnya di bidang perhotelan dan bisnis restoran memandang perlu diadakannya suatu terobosan lebih awal, untuk menyikapi hal tersebut.
Sehingga SDM terkait tetap semangat dan tidak berhenti berinovasi, di tengah status Work From Home (WFH) saat ini.
• Soal Rencana Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Pemkot Denpasar Bantah Bebani Desa Adat
• Dari 6.465 KK Warga di Tabanan Sebagai Penerima BLT Dana Desa, Baru 414 KK yang Cair Hingga Hari Ini
• Bahas Penyebaran Covid-19 & Tempat Karantina PMI, Kapolresta Denpasar Simakrama ke Desa Adat Legian
Hal ini dituangkan dalam Wine Talks Webinar 2020, yang merupakan hasil pemikiran dari tokoh-tokoh perhotelan di Bali seperti I Nyoman Astama, I Made Ramia Adnyana, Ketut Swabawa, I Ketut Darmayasa, dan I Nyoman Suasta.
“Tujuan event ini selain mengaktifkan industri dari segi peningkatan SDM melalui online, juga untuk menguatkan sosialisasi Pergub No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Produksi dan Distribusi Minuman Fermentasi dan Distilasi Minuman Lokal Khas Bali (Arak),” jelas Ketut Darmayasa, Ketua IFBEC Bali, dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Jumat (8/5/2020).
Serta mengangkat talenta lokal profesi Wine Somelier menuju kelas dunia.
Webinar dipandu duet Ketut Darmayasa (Ketua IFBEC Bali) dan Ramia Adnyana (Waketum DPP IHGMA ) dengan keynote speaker Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dan pembicara lainnya seperti Kurniawan Eko Putro (Vice Chairman Bali Sommelier Association), dan Adi Sukirman (Manager PT Tirta Anggur Utama) yang sekaligus sebagai sponsor tunggal acara tersebut .
Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan Wagub Bali, disebutkan bahwa pandemi Covid-19 ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Provinsi Bali.
Sehingga penanganannya tidak hanya terfokus pada upaya yang bersifat urgensi saat ini saja, namun juga upaya-upaya persiapan pada tahap recovery dan normalisasi ke depannya.
“Dan Bali sebagai hub pariwisata nasional, harus tampil terdepan dalam upaya penyiapan strategi dan destinasi menyambut New Normal Tourism Trend Post COVID-19. Kegiatan webinar yang diselenggarakan IFBEC dan IHGMA Bali ini sangat bagus dan seiring dengan program pemerintah Provinsi Bali,” jelas Cok Ace, yang juga Ketua PHRI BPD Bali dalam sambutannya melalui teleconference video.
Peserta berjumlah 220 orang lebih, dari kalangan praktisi restoran dan bar, akademisi, mahasiswa serta peminat dan pecinta Wine di Bali dan nasional.
Selain itu bergabung juga dalam webinar online ini perwakilan IFBEC dari seluruh Indonesia baik pengurus maupun anggota.
Ramia Adnyana, menyampaikan kegiatan ini untuk mengisi WFH, dan tak dinyana mendapat sambutan luar biasa dari minat peserta secara nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wine-talks-webinar-2020-yang-merupakan-hasil-pemikiran-dari-tokoh-tokoh-perhotelan-di-bali.jpg)