PPDB 2020

15 Sekolah di Tabanan Siap Terapkan PPDB Online, Dewan Ingatkan Jangan Mainkan Kuota Afirmasi

Dinas Pendidikan menyampaikan akan ada 15 sekolah yang berencana menerapkan PPDB secara online.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat rapat kerja antara Komisi IV DPRD Tabanan dengan Dinas Pendidikan Tabanan di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Selasa (12/5). 

 Sedangkan, untuk sekolah lain (di luar 15) kemungkinan juga akan menerapkan secara online namun lebih sederhana.

"Untuk sekolah di luar 15 tersebut, kita rencananya akan menggunakan sistem online juga namun sederhana. Contohnya melalui google drive. Dan yang merancang zonasi tersebut adalah MKKS SMP karena mereka yang lebih tau situasi di lapangan," jelasnya.

Nyoman Putra juga menjelaskan terkait prosentase kuota yang telah disepakati dan berlaku di seluruh Bali.

Adalah untuk kuota zonasi telah disepakati sebesar 50 persen, kemudian kuota prestasi diporsi 30 persen.

Dalam kuota prestasi tersebut ada empat kategori di dalamnya yakni 15 persennya adalah dengan menggunakan nilai 5 semester terakhir, kemudian seni budaya 5 persen, science 5 persen, dan prestasi olahraga 5 persen.

Disebar ke Masyarakat, Alumni Smansa 85 Budidayakan Kangkung dan Lele di Ember

Seorang Polisi Diduga Minta Ngesek dengan Pelanggar Lalu Lintas untuk Ganti Tilang

Mantan Dirut Metro TV sebagai Calon Dubes Singapura, Jokowi Ajukan 31 Calon Dubes, Ini Nama-namanya

 Kemudian ada juga kuota afirmasi (siswa yang masuk kategori miskin) sebanyak 15 persen syaratnya adalah dengan dokumen yang sudah ditentukan.

 Terakhir adalah kuota untuk perpindahan orang tua sebanyak 5 persen.

"Kami mohon masukan dan evaluasi terkait penyempurnaan juknis terkait PPDB tahun ini," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, Gusti Komang Wastana mengharapkan agar proses PPDB di Tabanan berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu juga pemerataan siswa agar bisa terealisasi dengan baik.

"Tapi selain siswa, jumlah guru juga harus bisa terjadi pemerataan. Itu harus dipikirkan oleh Disdik agar jangan sampai stigma masyarakat terus memikirkan sekolah favorit.

Wastana juga menegaskan, agar tidak sampai ada calo PPDB nantinya terutama dalam kuota afirmasi (masyarakat miskin). Dia melanjutkan, jangan sampai ada yang bermain dengan PPDB.

"Kami harap Disdik bekerja dengan baik," tegasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved