17 Lumbung Pangan Masyarakat di Buleleng Bakal Diberi Dana Stimulan, Segini Besarannya

Sekda Buleleng, Gede Suyasa ditemui Selasa (12/5/2020) mengatakan, dengan diberikannya dana stimulan ini, diharapkan 17 LPM itu bisa membeli gabah

tribun bali/ ratu ayu desiani
Sekda Buleleng Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Akibat wabah virus corona atau covid-19, sejumlah petani di Buleleng saat ini kesulitan untuk menjual gabahnya.

Pemkab Buleleng pun saat ini sedang menyusun skema untuk memberikan dana stimulan kepada  17 penggilingan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Buleleng, masing-masing senilai Rp 20 juta hingga Rp 25 juta.

Sekda Buleleng, Gede Suyasa ditemui Selasa (12/5/2020) mengatakan, dengan diberikannya dana stimulan ini, diharapkan 17 LPM itu bisa membeli gabah-gabah milik para petani.

Dimana, menurut data yang diperoleh di Dinas Pertanian Buleleng, bulan ini diperkirakan jumlah gabah kering yang dihasilkan dari  35 hektar sawah yang ada di Buleleng sebanyak 10.534 ton.

Adira Finance Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Kepada Tenaga Medis untuk Lawan Virus Corona

Penyebaran Virus Corona Dinilai Landai, Jam Buka Tutup Pasar & Toko Modern di Buleleng Diperpanjang

Pesawat Jatuh di Danau Sentani Papua, Begini Kronologis Kejadian Menurut Pihak Kemenhub

Bila 10.534 ton gabah itu digiling, maka akan menghasilkan 6.555 sampai dengan 7.000 ton beras.

Berdasarkan skema yang disusun, beras-beras itu nantinya akan dibeli oleh PD Swatantra, untuk menjaga ketahanan pangan Buleleng.

Pun Bupati imbuh Suyasa juga akan mengeluarkan surat edaran agar para pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Buleleng agar membeli beras di PD Swatantra.

"Ini bisa membantu, supaya kondisi ekonomi semua bisa hidup. Belum lagi nanti PD Swatantra kami dorong kerjasama dengan koperasi dan BUMDes. Secepatnya skema ini kami jalankan," terang Suyasa.

Sementara Direktur Utama PD Swatantra, I Gede Bobi Suryanto mengaku akan menggunakan modal sendiri untuk membeli beras dari LPM.

Modal yang digunakan sebesar Rp 1 Miliar.

 Dengan dana tersebut, sesuai dengan perputaran atau cashflow, di awal PD Swatantra bisa menyerap 20-30 ton beras pada minggu kedua atau ketiga bulan Mei 2020.

Setelah diserap, akan didistribusikan baik itu ke BUMDes, Koperasi maupun para ASN di Buleleng. 

Sebelum menjalankan skema tersebut, PD Swatantra akan mengajukan proposal terlebih dahulu kepada Bupati Buleleng selaku pemilik dari perusahaan daerah.

Proposal tersebut untuk meminta persetujuan penjalanan skema dimaksud. 

Kesejahteraan Hingga Masalah Kesehatan, Ini 5 Arti Mimpi Tentang Kematian

Jadwal Berbuka Puasa dan Imsak Wilayah Kota Denpasar dan Sekitarnya Puasa Ramadhan Hari Ke-19

Hari Ini Pasien Positif Virus Corona Bertambah 484 Orang, Total 14.749 Kasus di Indonesia

“Tentunya kami menunggu persetujuan bapak Bupati sebelum menjalankan skema yang ada. Sehingga para petani memiliki pendapatan yang relevan,” tutup Bobi. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved