Corona di Bali

Penyebaran Virus Corona Dinilai Landai, Jam Buka Tutup Pasar & Toko Modern di Buleleng Diperpanjang

Meski jam operasional diperpanjang, ia berharap agar masyarakat tetap waspada dan tetap memperhatikan protokol penanganan covid.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA -  Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memutuskan untuk memperpanjang jam buka tutup pasar dan toko modern di Buleleng, dari yang semula pukul 08.00 wita sampai pukul 16.00 wita, kini diperpanjang dari pukul 06.00 wita sampai pukul 18.00 wita.

Kebijakan ini berlaku mulai Rabu (13/5/2020).

Ditemui Selasa (12/5), Suradnyana menyebut, kebijakan untuk perpanjangan jam operasional pasar maupun toko modern ini dilakukan mengingat penyebaran virus corona atau covid-19 di Buleleng sudah landai.

Meski jam operasional diperpanjang, ia berharap agar masyarakat tetap waspada dan tetap memperhatikan protokol penanganan covid.

Pesawat Jatuh di Danau Sentani Papua, Begini Kronologis Kejadian Menurut Pihak Kemenhub

Sebagian Hasil Curian Dihabiskan untuk Sewa PSK, Mulyono Dituntut Dua Tahun Penjara

PSSI Diminta FIFA Fokus Benahi 6 Stadion Venue Piala Dunia U-20 2021, Salah Satunya Terletak di Bali

 "Ini juga bisa menjadi kesempatan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi masyarakat yang lebih baik dan lebih panjang. Sehingga bisa menggerakan sektor ekonomi," terangnya.

Sementara untuk Desa Bondalem sebagai wilayah transmisi lokal, Suradnyana menyebut pihaknya akan kembali melakukan swab massal kepada 200an warga di desa setempat.

Swab massal ini dilakukan untuk memastikan apakah masih ada warga di desa setempat yang terinfeksi virus corona atau tidak.

Bila tidak ada, maka karantina wilayah cukup dilaksanakan sampai Minggu (17/5) mendatang.

 "Ada sekitar 200 orang di Bondalem yang akan diswab. Mereka diperkirakan sempat melakukan kontak dengan PDP positif, atau rumahnya berdekatan dengan PDP positif. Jika nanti hasilnya negatif, maka isolasi bisa kami buka," ungkapnya.

Terpisah, Sekda Buleleng Gede Suyasa menyebutkan, saat ini terjadi penambahan satu PDP yang hasil swabnya terkonfirmasi positif virus corona.

 Pasien yang diberi kode PDP 50 ini merupakan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Seririt.

Saat ini Gugus Tugas sedang melacak, kepada siapa saja PDP 50 pernah melakukan kontak.

Dengan bertambahnya satu PDP ini, total pasien terinfeksi virus corona yang dirawat di RS Pratama Giri Emas tercatat sebanyak 15 orang.

Perumda Pasar Mangu Giri Sedan Bantu Pasarkan Hasil Panen Petani di Badung

Beberapa Hari Terakhir Kerap Gempa, Begini Tanggapan Pihak BMKG Wilayah III Denpasar

Takut Kehilangan Hingga Keberhasilan, Ini 10 Arti Mimpi Tentang Rambut

"PDP 50 ini sudah lewat masa pantaunya. Namun setelah dirapid test lagi pada tanggal 10 kemarin, hasilnya reaktif. Kemudian diswab, hasilnya juga positif," ucap Suyasa. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved