Corona di Bali

Volume Menurun, Tapi Kesadaran Masyarakat Memilah Sampah Ikut Berkurang di Klungkung

Pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan volume sampah di Klungkung, Bali.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Petugas TOSS (tempat olah sampah setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Kusamba sedang memilah sampah belum lama ini. Selama pandemi COVID-19, volume sampah di Klungkung menurun. Hanya saja kesadaran masyarakat memilah sampah di rumah tangga juga turun. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA,- Pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan volume sampah di Klungkung, Bali.

Hanya saja hal ini juga diikuti dengan penurunan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah.

Hal ini pun membuat Bupati Klungkung, I Nyomam Suwirta menyambangi Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), Selasa (12/5/2020).

"Saya melihat semenjak pandemi ini, volume sampah menurun. Hanya saja kesadaran masyarakat untuk memilah sampah justru ikut berkurang," ungkap Suwirta.

Kesejahteraan Hingga Masalah Kesehatan, Ini 5 Arti Mimpi Tentang Kematian

Jadwal Berbuka Puasa dan Imsak Wilayah Kota Denpasar dan Sekitarnya Puasa Ramadhan Hari Ke-19

Adira Finance Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Kepada Tenaga Medis untuk Lawan Virus Corona

Ia pun langsung menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung untuk kembali mensosialisasikan tentang pemilahan sampah.

Menurutnya hal ini harus dilakukan terus, untuk mengingatkan kembali masyarakat agar memilah sampah dari rumahnya.

"Sehingga nanti petugas yang bekerja di TOSS Center tidak susah payah memilah sampah organik dan non organik," tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, AA Kirana mengungkapkan, penurunan volume sampah di Klungkung saat ini berkisar 30 persen.

Hal ini dampak langsung dari dibatasinya aktivitas masyarakat karena pandemi COVID-19.

"Apalagi di Nusa Penida, penurunan sampah signifikan. Tidak adanya aktivitas pariwisata, membuat volume sampah menurun sampai 50 persen di Nusa Penida," ungkap AA Kirana.

Hanya saja ini justru diikuti dengan menurunnya kebiasaan masyarakat memilah sampah dari rumah tangga.

Menurutnya, sebelum pandemi COVID-19 ini persentase masyarakat memilah sampah dari rumah tangga berkisar 62 persen.

Saat ini, rata-rata persentase warga yang mau memilah sampahnya hanya sekitar 35 persen.

"Kami belum tau penyebab pastinya apa. Mungkin saja karena masa COVID-19 ini, masyarakat agak takut memilah sampah yang kesannya kotor," jelas AA Kirana. (*).

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved