Ada Imbauan Work From Home, XL Axiata Catat Kenaikan Trafik 41 Persen pada Kuartal I 2020

Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 934 PB, maka trafik XL Axiata meningkat 7%.

istimewa /Doc XL
Ilustrasi jaringan XL Axiata 

TRIBUN-BALI.COM - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan kenaikan total trafik sebesar 41 persen secara year on year (yoy) menjadi 1.000 peta byte (PB) pada kuartal pertama 2020.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 934 PB, maka trafik XL Axiata meningkat 7%.

Alhasil, XL Axiata membukukan kenaikan pendapatan 9% secara tahunan menjadi Rp 6,5 triliun pada kuartal pertama 2020.

Direktur Utama EXCL Dian Siswarini mengatakan, pertumbuhan tersebut terdorong kenaikan pendapatan data sebesar 17% yoy.

Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan, Pemkab Badung Gelar High Level Meeting TPID

Usai Raffi Ahmad Tawar Oplet ‘Si Doel’, Rano Karno Ngaku Mimpi Benyamin Sueb Ngamuk

Ramalan Zodiak Cinta 14 Mei 2020: Aries Semakin Bahagia, Scorpio Belajarlah Menerima Kekasihmu

Bahkan, saat ini pendapatan data berkontribusi sebesar 91% dari total pendapatan layanan (service revenue) XL Axiata.

Group Head Corporate Communication EXCL Tri Wahyuningsih menjelaskan, meningkatnya penggunaan trafik disebabkan meningkatnya aktifitas komunikasi masyarakat/pelanggan terutama penggunaan layanan data.

"Hal ini juga didorong adanya pemberlakuan kebijakan aktifitas bekerja dari rumah (WFH), dan sekolah dari rumah (SFH), yang mulai pertengahan bulan Maret 2020," ujar Ayu kepada kontan.co.id, Rabu (13/5/2020).

Ayu menyebut, pada kuartal pertama 2020 ini jumlah pelanggan EXCL mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ), namun sedikit bertambah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) karena adanya kompetisi industri yang semakin berat.

Namun Ayu tidak memerinci berapa penurunannya.

Ayu mengatakan, mulai kuartal II tahun 2020 ini, kondisi ekonomi global dan industri telekomunikasi menghadapi tantangan dan situasi yang semakin berat karena merebaknya Pandemi Covid-19.

Menurutnya, terjadi penurunan daya beli masyarakat, kegiatan bisnis di berbagai sektor mengalami kelesuan, dan beban biaya operasional juga tetap berjalan.

"Oleh karena itu, kami tentu harus realistis. Sehingga untuk target kinerja di akhir tahun 2020 tentunya juga akan mengalami tekanan dan ketidakpastian. Karena itu kami fokus berupaya agar bisnis kami tetap bisa substain," katanya.

Ayu menambahkan, kenaikan trafik penggunaan data juga tidak selalu berarti kenaikan pendapatan, sebab pelanggan biasanya sudah berlangganan paket bulanan

Rusia Ranking Kedua Wabah Corona, Jubir Presiden Putin pun Terinfeksi

Komisi I DPR Pecat Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat, Begini Alasannya

Koster Beberkan Upaya Bali Bebas Covid-19

 "Kenaikan trafik ini justru merupakan pertanda bahwa operator harus terus bekerja meningkatkan kapasitas dan kualitas bagi pelanggan. Investasi harus berjalan terus dengan tantangan di sisi operasional selama masa pembatasan ini," tuturnya.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved