Jumlah Kasus DBD di Tabanan Melonjak, Selama 4 Bulan Ini Telah Lampaui Kasus Sepanjang Tahun 2019

Masyarakat harus mewaspadai kondisi sebab penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti sangat berbahaya

pixabay.com
Ilustrasi - Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. 

"Empat bulan sudah ada 211 kasus yang ditemukan. Tapi kami juga sudah antisipasi dengan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Tabanan, dr Ketut Nariana sesuai dengan izin Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suramika, Kamis (14/5/2020).

Nariana menjelaskan, banyak faktor penyebab yang membuat wabah DBD menyerang. Selain peralihan musim, padatnya penduduk dan kurangnya menjaga kebersihan sanitasi juga menjadi penyebab.

Kemudian juga harus rutin menggelar kegiatan 3M, yakni Menutup rapat-rapat tempat yang berpotensi menampung air sehingga nyamuk dewasa aides Aigepty tidak bisa bertelur, Menguras secara rutin bak mandi atau tempat penampungan air sehingga tidak jadi sarang nyamuk, dan Mengubur barang-barang yang bisa menampung air dan tidak digunakan lagi.

Perda Penyelenggaraan Kesehatan Disahkan, Pengobatan Tradisional Bali Kini Wajib Ada di Setiap RS

Diundang Dewan, Sejumlah Camat di Badung Keluhkan Anggaran Satgas Covid-19 di Tingkat Kecamatan

Istri Tak Mau Bangun Masak Sahur, Ditusuk Hingga Tewas, Malamnya Cekcok Minta Motor

“Solusi awal yang memang sudah rutin dilakukan adalah dengan fogging di lokasi yang ditemukan ada warga menderita positif DBD. Tapi fogging hanya berfungsi untuk menekan nyamuk yang terbang saja. Sehingga, terlebih lagi kondisi saat ini yang memaksa di rumah saja, masyarakat juga harus menjaga kebersihan dan rutin menggelar 3M untuk membunuh atau membasmi nyamuk penular virus DBD agar tidak mudah berkembang. Apalagi sebelumnya sempat kemarau panjang,” jelasnya.

Dia juga mengimbau, untuk masyarakat seluruhnya harus waspada dengan gejala DBD.

Dan jika memang ada salah satu anggota keluarga yang mengalami demam tinggi secara terus menerus, harus segera diperiksakan agar mengetahui jenis penyakitnya.

Karena salah satu gejala DBD adalah panas badan naik turun secara berturut-turut.

“Selain menjaga kebersihan, masyarakat harus mengenali bagaimana gejala penyakit DBD ini. salah satunya adalah jika panas tubuh naik turun secara berturut-turut harus segera diperiksakan ke dokter atau pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan,” imbaunya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika juga mengingatkan, pada tahun 2021 depan masyarakat harus lebih waspada karena ada siklus lima tahunan.

 Pada siklus ini potensi sebaran DBD kerap meningkat jauh.

Halaman
1234
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved