Corona di Indonesia
Kemenparekraf Rancang Program CHS Pasca Wabah Covid-19, Bali Jadi Pilot Project Pemulihan Pariwisata
Khusus di Provinsi Bali, dampak tersebut sangat terasa dan berpengaruh, mengingat perekonomian Bali bertumpu pada sektor pariwisata.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Saat ini, Giri menganggap kurva Covid-19 sudah menuju datar dan diharapkan agar bisa cepat mengalami penurunan.
Apabila tren positif ini terus berlanjut maka Kemenparekraf telah membuat program yang dibagi menjadi dua periode.
• Di Tengah Pandemi Covid-19, Penumpang Berkerumun di Bandara Soetta
• Slank Rilis Lagu Dampak Covid-19, Bisa Dinikmati Lewat Channel Youtube Ini
• Penyerang Novel Baswedan Berjaket ala Gangster, Ini Kata Saksi
Pada periode pertama, yakni Juni-Oktober, disebut sebagai gaining confidence yang mencakup persiapan dan revitalisasi destinasi, perencanaan program promosi serta bantuan terhadap para pelaku pariwisata.
Kemudian mulai Oktober 2020 disebut sebagai appealing, yakni pembukaan destinasi pariwisata secara bertahap dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, promosi, penyelenggaraan event dan MICE roadshow dan media campaign.
Adapun provinsi yang menjadi prioritas untuk program ini adalah Bali, Yogyakarta dan Kepulauan Riau.
Setelah berhasil di tiga provinsi itu maka akan dilanjutkan dengan daerah lainnya di Indonesia.
Melalui upaya ini, pada 2021 mendatang diharapkan pariwisata Indonesia bisa kembali normal.
Dibuka Bertahap
Wagub Cok Ace sangat mengapresiasi berbagai program yang tengah dicanangkan oleh Kemenparekraf, terlebih Bali menjadi prioritas bersama dengan tiga provinsi lainnya di Indonesia.
Dirinya mengaku setuju mengangkat keberhasilan Bali dalam menangani Covid-19 sebagai salah satu promosi pariwisata.
Apabila melihat perkembangan kasus hingga saat ini, tingkat kesembuhan sebesar 65 persen tertinggi di Indonesia dengan angka kematian terendah di Indonesia yang hanya sebesar 1,2 persen.
“Ini bisa meyakinkan wisatawan untuk datang ke Bali,” kata Cok Ace yang juga sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali itu.
Namun Cok Ace tidak setuju apabila pembukaan wisata di Bali tidak dilakukan secara serentak di seluruh Bali.
Diusulkan agar destinasi yang dibuka dimulai secara bertahap dari Nusa Dua terlebih dahulu.
“Mengingat banyak wisatawan yang sudah sangat rindu dengan Bali, kita bisa buka ITDC di Nusa Dua terlebih dahulu. Mengingat di sana secara fisik sudah terisolasi dan jauh dari pemukiman dan dengan fasilitas yang sudah lengkap,” usulnya.