Ketut S Tinggalkan Enam Lembar Surat Pesan Terakhir Sebelum Bunuh Diri

Mendapati temuan tersebut, pria asal Kintamani Bangli itu langsung memberitahu kerabatnya dan melaporkan ke Polsek Kintamani

Istimewa
Polisi ketika melakukan proses evakuasi jenazah I Ketut S, Rabu (13/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Hendak menuju lahan bambu, Nengah A dikejutkan dengan temuan sesosok pria tergantung di pohon bambu pada lahan miliknya.

Mendapati temuan tersebut, pria asal Kintamani Bangli itu langsung memberitahu kerabatnya dan melaporkan ke Polsek Kintamani.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi membenarkan saat dikonfirmasi Kamis (14/5/2020).

Berdasarkan keterangan saksi, ungkapnya, kejadian tersebut diketahui pada Rabu (13/5) sekitar pukul 11.00 wita.

Diduga Berasal dari Dupa Menyala, Sinarta Terkejut Melihat Api Berkobar di Lantai Dua Rumahnya

Masyarakat Tak Pakai Masker Saat Kunjungi Kantor Pelayanan Publik, Pemprov Bali Tolak Beri Layanan

Puluhan Warga Desa Julah dan Bondalem Buleleng Jalani Tes Swab Massal

Bermula saat pemilik lahan bernama I Nengah A curiga melihat sepeda motor vario terpakir di pinggir jalan.

 “Saksi kemudian mencari di sekitar lokasi siapa pemilik sepeda motor itu. Mamun saat berdiri di jurang, dari atas dia melihat seseorang tergantung di pohon bambu, dan segera memberi tahu kerabatnya serta melapor ke Polsek Kintamani,” paparnya.

Menerima laporan warga, sejumlah petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, serta mengevakuasi jenazah korban.

Bedasarkan hasil olah TKP, jenazah tersebut diketahui bernama I Ketut S.

Polisi juga mendapati sejumlah barang milik pria 48 tahun itu, diantaranya enam lembar surat pesan terakhir dari pelaku, sebilah pisau cutter, uang tunai sebesar Rp 440 ribu dan lima lembar uang ringgit Malaysia, dan sejumlah barang berharga lainnya.

AKP Sulhadi menambahkan, polisi telah menghubungi pihak keluarga pelaku.

Dari keterangan pihak keluarga tindakan nekat pria asal Payangan, Gianyar diduga kuat akibat tekanan mental lantaran ada permasalahan di adat.

“Berdasarkan keterangan dari petugas medis Puskesmas Kintamani 6, pada tubuh korban (pelaku red) terdapat jeratan di leher, keluar cairan dari kemaluan, terdapat luka sayat pada urat nadi. Atas permintaan dari pihak keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke RSUP Sanglah untuk dilakukan proses autopsi,” ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved