Breaking News:

Titian Wilaras Bos BPR Legian & Sky Garden Ditangkap Kejari Denpasar di Hotel Bintang Lima

Sejak namanya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Bareskrim Mabes Polri di bulan Desember 2019, ia terus diburu keberadaannya.

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Dok
Bos PT BPR Legian yang juga pemilik tempat hiburan malam Sky Garden, Titian Wilaras ditangkap Kejari Denpasar karena dugaan korupsi atau telah melanggar tindakan pidana Perbankan. 

Pemilik BPR Legian itu sebelumnya menjadi DPO Mabes Polri yang diterbitkan dengan nomor DPO/09/PPNS/XII/2019/Bareskrim.

Diketahui lembaran DPO atas nama Titian Wilaras yang tersebar berisi keterangan bahwa surat perintah untuk penangkapan dikeluarkan oleh Kabareskrim Polri dengan nomor SP.KAP/29/PPNS/XII/2019/Bareskrim tertanggal 4 Desember 2019.

Ditanya lebih lanjut mengenai penitipan tersangka Titian Wilaras, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi menerangkan bahwa bos BPR Legian tersebut telah dititipkan di Rutan Polresta Denpasar sejak Selasa (12/5/2020) pukul 17.10 wita.

"Sudah kemarin Selasa (12/5/2020) dititipkan di Rutan Polresta Denpasar oleh pihak Kejari Denpasar," ujarnya.

Menurutnya, saat mendekam di Rutan Polresta Denpasar, ia tidak diberlakukan layaknya tahanan yang istimewa, namun tetap di samakan dengan tahanan lainnya.

Titian Wilaras rencananya dititipkan sampai 20 hari kedepan, setelah itu ia akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Bos PT BPR Legian yang juga pemilik Sky Garden ini, diduga melanggar Pasal 50A UU RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Setelah mendapat surat DPO dan surat penangkapan dari Mabes Polri, Direktur Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menerbitkan surat bernomor S-R/554/XII/2019/DPJK per tanggal 3 Desember 2019 perihal permohonan bantuan teknis pencarian orang (DPO) atas nama tersangka Titian Wilaras, yang diduga kuat melakukan pelanggaran tindakan pidana perbankan.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved