Corona di Bali
Dinas Pertanian Siapkan 10.000 Bibit Sayuran untuk Masyarakat Buleleng
Hal ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, ditengah pandemi virus corona atau covid-19.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 10.000 bibit sayuran berupa cabai, terong, talas, bayam pakcoy, dan cabai akan dibagikan oleh Dinas Pertanian Buleleng, kepada masyarakat.
Hal ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, ditengah pandemi virus corona atau covid-19.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta dikonfirmasi Jumat (15/5/2020) mengatakan, bibit akan dibagikan kepada masyarakat pada bulan Juni minggu kedua.
Sebab saat ini pihaknya masih melakukan penyemaian bibit.
• Rapid Test di RSD Mangusada Ditemukan 4 Pegawai reaktif Positif, Saat Diuji Swab Hasilnya Negatif
• Selama PKM, di Pos Pantau Terpadu Simpang Teuku Umar Barat-Gunung Salak Terpantau 10 Orang Melanggar
• Kasus Putus Sekolah di Karangasem Berjumlah 227 Orang, Ini Jadi Penyebab
Bila tanaman sudah berumur satu bulan, baru lah dibagikan kepada masyarakat, Balai Penyuluh Pertanian (BPP), kantor camat dan koramil yang ada di Buleleng.
Masing-masing warga nantinya mendapatkan tiga sampai empat bibit per jenis tanaman.
"Program ini sebenarnya sudah kami lakukan sejak 2019, yang diberi nama Obor Pangan Lestari (Opal). Sekarang di tengah pandemi covid-19 ini juga menjadi momentum yang sangat tepat untuk masyarakat bercocok tanam di pekarangan rumah dan perkantoran. Dimana hasilnya bisa dikonsumsi sehari-hari," terang Sumiarta.
Imbuh Sumiarta, selain memberikan bibit, warga juga nantinya akan diberikan pembinaan terkait cara bercocok tanam, dengan tetap memperhatikan protokol penanganan covid seperti sosial distancing.
Sumiarta pun berharap, ditengah pandemi covid-19 ini seluruh masyarakat mau melaksanakan program Opal ini, karena dengan memanfaatkan pekarangan rumah, masyarakat dapat menghasilkan bahan pangan yang cukup untuk menunjang kebutuhan pangan keluarga.
"Minimal juga bisa membackup jika harga pangan dipasaran naik. Dengan menjalankan Opal, sedikitnya bisa nengurangi ketergantungan untuk membeli bahan pangan di pasar. Sehingga kemandirian bisa terwujud," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-pertanian-buleleng-i-made-sumiarta-menunjukan-bibit-sayuran.jpg)