Corona di Bali
Meski Perbatasan Dijaga di 8 Titik, Masih Ada Warga lewat Jalan Tikus, Ini Tanggapan Pemkot Denpasar
Walaupun 8 titik perbatasan masuk ke Kota Denpasar dijaga serangkaian penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), namun masih ada warga yang lolos
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Walaupun 8 titik perbatasan masuk ke Kota Denpasar dijaga serangkaian penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), namun masih ada warga yang bisa lolos lewat 'jalan tikus' yang tanpa penjagaan.
Terkait hal tersebut, Pemkot Denpasar tak menampik hal tersebut.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, Minggu (17/5/2020) siang mengatakan masih ada pengendara yang mencari jalan tikus agar bisa masuk Kota Denpasar tanpa harus melewati 8 titik perbatasan yang dijaga.
Dewa Rai menganggap pengendara tersebut bermain kucing-kucingan dengan petugas.
• Polres Badung Gencar Sosialisasi Cegah Covid-19
• Dengan Alat Ini, Kakek Nenek Bebas Memeluk Cucu Tak Perlu Takut Tertular Corona
• IDI Denpasar Sebut Pelaksanaan PKM Sudah Tepat, Ini Penjelasannya
"Terkait jalan tikus, kita tidak memungkirinya pasti ada yang lewat jalan tikus dan bermain kucing-kucingan. Itu namanya mengelabui petugas," kata Dewa Rai.
Namun pihaknya berharap yang diinginkan bukan mencari celah di mana ada jalan tikus, namun pihaknya berharap masyarakat sadar.
"Tapi bagaimana dia menyadari pentingnya kedisiplinan. Sama seperti razia, pasti ada yang sembunyi, putar balik mencari jalan alternatif, kami inginnya bukan itu, tapi sadar," kata Dewa Rai.
Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, semua berpotensi terkena dan tak memandang siapa dan status sosial seseorang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hari-ketiga-penerapan-pkm-di-denpasar.jpg)