Truk Tronton Mengalami Out of Control di Tabanan, Menghantam Tembok Warga

Sebuah kendaraan truk tronton mengalami out of control (OC) di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut

Istimewa
Suasana pasca sebuah truk tronton mengalami out of control hingga jatuh ke selokan dan menghantam tembok warga di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di simpang Gunung Salak, Banjar Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Minggu (17/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebuah kendaraan truk tronton mengalami out of control (OC) di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di simpang Gunung Salak, Banjar Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Minggu (17/5/2020) dini hari.

Beruntungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun tembok milik warga mengalami kerusakan sekitar 15 meter panjangnya.

Sebab, truk terperosok ke got dan menghantam tembok warga.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 Wita.

WIKI BALI - Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Omzet Usaha Kue Kering di Denpasar Ikut Garing

Lafal Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Tata Cara dan Besaran Zakat Fitrah

5 Cara Sederhana Ini Dapat Meringankan hingga Menyembuhkan Sakit Kepala Tanpa Obat

Saat itu, kendaraan truk tronton yang dikemudikan oleh Anang Suryana (48) bergerak dari arah jurusan Gilimanuk menuju arah Denpasar.

Ia mengemudikan truknya dengan kecepatan sedang.

Namun, ketika melintas di TKP yang merupakan simpang Gunung Salak atau jalan tikungan ke kanan, dari arah berlawan datang kendaraan pick up yang mendahului kendaraan lainnya.

Untuk menghindari kecelakaan, Anang terpaksa membanting setirnya ke arah kiri dan kemudian oleng hingga sebagian kendaraannya terperosok ke selokan pinggir jalan raya.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja truk tronton tersebut justru menghantam tembok warga.

Sekitar 15 meter tembok warga tersebut mengalami kerusakan akibat dihantam kendaraan besar tersebut.

"Truk tronton tersebut awalnya menghindari kendaraan lain yang datang dari arah berlawan. Dan saat itu kendaraan arah berlawan tersebut mendahului kendaraan lain sehingga sopir memilih untuk membanting setirnya untuk menghindari kecelakaan," ungkap Kapolsek Selemedeg Timur, AKP Ida Bagus Mahendra, Minggu (17/5/2020).

AKP Mahendra melanjutkan, akibat kejadian tersebut, kurang lebih tembok milik warga sepanjang 15 meter mengalami kerusakan.

Namun, sang sopir mengaku siap akan memperbaiki kerusakan tersebut.

"Panjangnya sekitar 15 meter yang rusak dan akan diperbaiki," tandasnya.(*).

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved