Corona di Bali

Kabar Gembira, Dua Pedagang Pasar Desa Bondalem Sembuh dari Covid-19

RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan telah memulangkan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan kode PDP 25 dan PDP 38

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto Sekda Buleleng, Gede Suyasa. Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial akan segera dicairkan kepada 2.202 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan telah memulangkan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan kode PDP 25 dan PDP 38 pada Minggu (17/5) kemarin. Kedua PDP ini merupakan pedagang di pasar Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

Menurut data, dua PDP ini dirawat di RS Pratama Giri Emas selama 17 hari. Mereka terhitung dirawat sejak 30 April lalu. Dengan pulangnya dua PDP ini, RS Pratama Giri Emas kini tinggal merawat sebanyak 15 pasien. Dimana 13 orang diantaranya terkonfirmasi positif virus corona. Sementara dua lainnya masih berstatus sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Sementara untuk hasil swab, pasien yang meninggal di RSUD Buleleng pada Sabtu (16/5) lalu, hingga saat ini belum diterima oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng. Sehingga pasien tersebut belum dapat dipastikan apakah meninggal karena terpapar covid-19 atau bukan.

Sekda Buleleng juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa, pada Senin (18/5) mengatakan, selama satu hari dirawat di RSUD Buleleng, termasuk saat meninggal, pasien asal Kecamatan Seririt itu memang ditangani sesuai dengan protokol covid. Mengingat penyakit yang dialami oleh pasien mendekati dengan gejala klinis covid-19. Namun demikian, Suyasa menyebut pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien tersebut meninggal karena covid, atau karena penyakit lainnya.

"Kami belum bisa mencatat pasien itu meninggal karena covid, karena hasil swabnya belum kami terima.
Namun tim medis yang pernah merawat pasien yang memiliki gejala, pastinya dilakukan tracing, dirapid test dan dikarantina. Untuk data jumlah paramedis yang di rapid test dan dikarantina saya belum terima," kata Suyasa.

Sementara terkait tracing kepada orang-orang yang sempat melakukan kontak dengan PDP 51, kata Suyasa sudah mencapai 81 orang. 53 orang diantaranya sudah dilakukan swab dan hasilnya dinyatakan negatif dari virus corona. Sementara 28 orang lainnya, sampai saat ini hasil swabnya belum keluar, dan mereka kini masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Sembari menunggu hasil swab keluar, mereka diintruksikan untuk melakukan karantina mandiri di rumah.

"Tracing kepada orang-orang yang sempat kontak dengan PDP 51 terus dilakukan. Ada 53 orang yang hasil swabnya sudah keluar, hasilnya negatif. 53 orang itu sudah termasuk tenaga medis di RSUD, karena PDP 51 sempat dirawat juga di RSUD. Sementara 28 orang lainnya, hasil swab belum keluar. Mereka adalah rekan kerja PDP 51," jelas Suyasa.

Seperti diketahui, PDP 51 merupakan warga asal Kecamatan Seririt. Ia diduga terinfeksi virus corona karena melakukan kegiatan penjemput Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke tempat karantina yang sudah disiapkan oleh Gugus Tugas di Seririt. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved