Corona di Bali
Warga Berkerumun Antre Kartu Bantuan Sosial, Klungkung Dapat Kuota Tambahan 2877 KPM
" Saya sudah sejak pagi di sini (Kantor Dinas Sosial), tapi sampai siang nama belum juga dipanggil," ungkap Sregig
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM - Ni Wayan Sregig (80), asal Desa Tangkas berada di Kantor Dinas Sosial sejak pukul 08.30 WITA.
Wanita berusia lanjut itu sudah berjam-jam lamanya berada di Kantor Dinas Sosial Klungkung, untuk mendapatkan kartu penerima bantuan sosial pangan sembako.
" Saya sudah sejak pagi di sini (Kantor Dinas Sosial), tapi sampai siang nama belum juga dipanggil," ungkap Sregig yang tubuhnya sudah tampak membungkuk.
Perlahan suara pelan terdengar dari mulutnya.
• 11 Rekomendasi Smartphone Baru Dikisaran Harga Rp 3-5 Juta di Indonesia
• Biodata dan Profil Pebulu Tangkis Tontowi Ahmad yang Pensiun Hari Ini, Berikut Catatan Prestasinya
• Punya Banyak Toples Tak Terpakai, Jangan Dibuang! Kamu Bisa Menyulapnya Jadi Barang Bermanfaat
Wanita renta itu meminta tolong untuk dibangunkan oleh warga lainnya.
Ia mengeluh pinggangnya terasa sakit, karena terlalu lama duduk.
" Sudah tua seperti ini harus lama antre, pinggang jadi sakit karena lama duduk. Saya tadi diantar cucu saja. Berangkat pagi, tapi sampai siang belum dapat (kartu penerima bantuan sosial pangan sembako)," ungkapnya dengan suara pelan.
Senin pagi (18/5/2020), setidaknya ada ratusan masyarakat Klungkung yang datang ke Dinas Sosial untuk mengambil kartu penerima bantuan sosial pangan sembako.
Mereka harus antre selama berjam-jam untuk menerima kartu tersebut.
Warga pun terpaksa berkerumun saat menunggu panggilan petugas, meskipun saat ini masih diberlakukan imbauan physical distancing.
" Mau gak mau harus berkerumun, agar kami mendengar jika dipanggil oleh petugas. Karena kami dipanggil satu persatu, nanti terlewat jika kami tidak dipanggil," ujar seorang warga asal Desa Jumpai, Made Soma.
Meskipun demikian, sebelum masuk ke ruangan untuk menerima kartu bantuan sosial pangan sembako, setiap warga di cek suhu tubuhnya menggunakan alat termoscan oleh petugas Dinas Sosial. Warga juga diwajibkan untuk menggenakan masker.
Kasi Perlindungan Jaminan Sosial di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung I Wayan Sugata menjelaskan, saat pandemi COVID-19 ini, Klungkung mandapatkan tambahan kuota penerima bantuan sosial pangan sembako sebanyak 2877 keluarga penerima manfaat.
" Bantuan sosial pangan sembako ini, sama dengan bantuan pangan non tunai. Hanya namanya saja yang berubah. Sebelumnya kita hanya dapat kuota 7619 KPM untuk menerima bantuan sosial pangan sembako tersebut. Setelah adanya pandemi COVID-19 ini, kami mendapat tambahan kuota lagi sebanyak 2877 KPM," ujar Sugata.
Ia menjelaskan, 2877 KPM yang menerima bantuan sosial pangan sembako itu semuanya masuk ke dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
• Sebelum Jadi Solois Terkenal, Judika Pernah Jadi Tukang Semir Sepatu dan Mengamen
• Presiden Jokowi Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Era Normal Baru
• Terimbas Pandemi Covid-19, Pendapatan Badung Dari Sektor Pajak Hingga Mei Belum Sampai Rp1 Triliun