Corona di Bali
Berpura-pura Jadi Pemulung Agar Dapat Sembako, 3 Oknum Ini Diamankan Satpol PP Kota Denpasar
Dimana ketiganya berpura-pura jadi pemulung untuk mendapatkan bantuan sembako.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tiga orang yang berpura-pura sebagai pemulung untuk mendapatkan sembako diamankan Satpol PP Kota Denpasar.
Ketiganya diamankan Selasa (19/5/2020) siang di kawasan Renon, Denpasar.
Dikonfirmasi Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan diamankannya tiga orang ini dikarenakan adanya laporan dari masyarakat.
Dimana ketiganya berpura-pura jadi pemulung untuk mendapatkan bantuan sembako.
• Perpustakaan Digital di Badung Sepi Peminat, Dua Bulan Baru Diakses 32 Orang
• Gerakan Cuci Tangan Berhadiah, Salah Satu Cara Guna Mengajak Masyarakat Hidup Bersih & Sehat
• Solidaritas di Tengah Pandemi Covid-19 Terus Mengalir, Pemprov Bali Terima Sumbangan dari 2 Entitas
Tak hanya sekali, mereka juga melakukannya secara berulang-ulang.
"Sesuai pengaduan masyarakat, adanya beberapa oknum yang berpura-pura atau menyamar menjadi pemulung sehingga membuat donatur memberikan sembako pada mereka. Diduga mereka juga sudah mempelajari jam donatur memberikan logistik atau sembako," jata Sayoga.
Setelah diberikan sembako menurut Sayoga mereka menyembunyikan sembako tersebut dan meminta lagi pada donatur lain.
Ia pun mengatakan kelompok ini terlihat terorganisir karena pada waktu tertentu ada yang menjemput mereka untuk kembali pulang.
"Kami hanya mengamankan tiga orang. Sementara yang lainnya sudah kabur dan tidak bisa diamankan," katanya.
Pengamanan yang dilakukan bukan bermaksud untuk melakukan diskriminasi, namun di masa pandemi Covid-19 ini semua harus berbagi.
"Saat kami tanya mereka mengakui mengumpulkannya untuk dipakai kebutuhan sehari-hari. Sebenarnya mereka bukan pemulung. Kami imbau dalam keadaan seperti ini untuk saling berbagi," katanya.
Setelah diamankan ketiganya diberikan pembinaan.
"Ini kan sama seperti pembinaan pada pemulung dan pengemis. Setelahnya kami pulangkan," katanya. (*)