Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Banyuwangi

Bupati Anas Ajak Tokoh Agama Banyuwangi Dakwahkan Optimisme di Tengah Pandemi Corona

serba pesimistis tak menjadikan permasalahan cepat selesai. Justru akan mengakibatkan munculnya permasalahan baru.

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Bupati Anas Ajak Tokoh Agama Banyuwangi Dakwahkan Optimisme di Tengah Pandemi 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia ini berimbas ke berbagai sektor.

Banyak pihak pesimistis bisa bangkit menghadapi efek domino pandemi tersebut.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengajak tokoh agama mendakwahkan optimisme di tengah masyarakat.

Menurut Bupati Anas, serba pesimistis tak menjadikan permasalahan cepat selesai. Justru akan mengakibatkan munculnya permasalahan baru.

Empat ASN Pemkab Badung Dipecat Karena Sering Bolos Kerja

Jumlah Pendaftar Kartu Pra Kerja Asal Bali yang Lulus Seleksi 11.152 Orang, Ini Rinciannya

Update Virus Corona di Buleleng - Pasien Positif Covid-19 Bertambah Dua Orang Akibat Transmisi Lokal

"Saya minta tolong kepada jaringan Nahdlatul Ulama Banyuwangi untuk secara khusus menyampaikan dakwah optimisme di tengah masyarakat. Teman-teman pemuka agama yang lain juga kami mohon bisa menyampaikan optimisme kepada jamaahnya masing-masing," jelas Bupati Anas, Selasa (19/5/2020).

"Pada saat ini, semua orang mengeluh. Pemerintah jika boleh mengeluh, ya mengeluh. Tapi mengeluh saja tidak cukup," ungkap Anas.

Saat ini, imbuh Anas, Pemkab Banyuwangi berupaya sekuat tenaga untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini dengan secermat mungkin.

Mulai dari mempersiapkan fasilitas kesehatan yang memadai, penyaluran jaring pengaman sosial seefektif mungkin, hingga mulai merancang pemulihan ekonomi dan sosial pasca Covid-19.

"Saat inilah, kita semua diuji. Mengeluh saja atau bertindak mencari solusi. Kami memilih yang kedua. Kami sudah seminggu ini turun langsung temui semua camat dan kepala desa di Banyuwangi untuk bersama-sama mencari solusi setiap ada permasalahan yang muncul," katanya.

Tentu saja, tambah Anas, di tengah upaya komponen pemerintah dari pusat hingga desa ini, berjibaku mengatasi pandemi, perlu adanya dukungan masyarakat.

Dukungan tersebut adalah sikap optimisme, bahwa kita semua bakal keluar dari Covid-19 ini dengan selamat.

"Kami ingin mengajak para kiai untuk bisa menerbitkan optimisme di tengah masyarakat. Mari kita bersama-sama, bergandengan tangan untuk mengatasi ini. Kekompakan semua elemen adalah kunci dari keberhasilan kita keluar dari wabah ini," jelasnya.

Optimisme tersebut, lanjut Anas, dapat dirupakan dengan berbagai bentuk.

Jelang Lebaran, Din Syamsuddin Ingatkan Umat Islam Konsisten Ibadah di Rumah Selama Pandemi Covid-19

Operasi Pasar Pemkab Badung Sangat Diminati Masyarakat, Barang Kebutuhan Pokok Ludes dalam 2 Jam

Termasuk Kelompok Terdampak Covid-19, Sopir Bus di Jembrana Dibantu Paket Sembako

 Mulai upaya mematuhi protokol kesehatan sebagai langkah preventif, menyalurkan aspirasi pada kanal yang tepat, hingga saling bahu membahu antar masyarakat.

"Optimisme yang perlu kita bangun adalah optimisme yang berorientasi pada solusi. Jika solusi yang ada masih terbatas, maka kita optimalkan semaksimal mungkin. Sembari mencari solusi lain atas kekurangan-kekurangan itu," imbuh Anas.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved