Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Donald Trump Sebut WHO Sebagai Boneka China

Pertemuan selama dua hari, melibatkan 194 negara untuk meninjau WHO, terjadi di tengah ketegangan antara AS dan China mengenai virus corona.

Tayang:
Editor: Eviera Paramita Sandi
(AFP / SAUL LOEB)
Presiden AS Donald Trump saat berada di Ruang Oval, di Gedung Putih, Washington DC. 

"AS coba memanfaatkan China sebagai masalah untuk mengelak dari tanggung jawab dan kewajiban internasionalnya kepada WHO. Ini adalah kesalahan perhitungan dan AS memilih target yang salah."

Presiden China Xi Jinping memberikan pembelaan, di mana dia menyatakan negaranya sudah terbuka dan transparan dalam menangani wabah.

Selain itu, dia juga mendukung adanya investigasi pandemi. Namun, penyelidikan itu akan dilakukan setelah wabah berhasil teratasi.

Xi juga menjanjikan bantuan sebesar 2 miliar dollar AS (Rp 29,7 triliun) selama dua tahun, dan vaksin akan segera digunakan begitu diuji coba.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Ullyot, meyakini langkah itu adalah bentuk upaya mengalihkan tanggung jawab.

Dalam pernyataannya, Ullyot meminta kepada Negeri "Panda" untuk bertanggung jawab atas penanganan mereka ketika virus corona menyebar.

Hingga Selasa (19/5/2020) virus corona telah menewaskan lebih dari 317.000 orang di seluruh dunia dengan hampir 4,8 juta kasus infeksi.

Para pemimpin dunia telah berusaha keras menangani pandemi ini sambil terus mencari cara untuk menggerakkan lagi roda perekonomian.

Zhao menambahkan bahwa AS sedang berusaha mengalihkan "upaya pencegahan dan penanganannya" yang tidak memadai terhadap Covid-19.

Dengan jumlah kematian terbanyak dan kasus Covid-19 di AS yang tertinggi di dunia, Trump berada di bawah tekanan.

Ia menyalahkan WHO karena tidak berbuat cukup banyak di awal penyebaran virus.

"Satu-satunya jalan di depan bagi Badan Kesehatan Dunia adalah jika mereka dapat menunjukkan kebebasan dari China," demikian bunyi pernyataan di surat Trump ke WHO.

China mendesak AS untuk "berhenti mengalihkan kesalahan" dan lebih fokus pada penanganan virus, lanjut Zhao.

Sebelumnya pada Senin, WHO mengatakan akan meluncurkan tinjauan independen terhadap penanganan pandemi virus corona.

Presiden Xi Jinping mengatakan, China hanya akan mendukung "evaluasi komprehensif" dari respons global setelah pandemi berakhir.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved