Breaking News:

Jelang Idul Fitri, Harga Daging Ayam di Bali Melonjak

Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah/2020 Masehi, harga daging ayam di Bali melonjak.

Tribun Bali / Firizqi Irwan
Daging Ayam Potong 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah/2020 Masehi, harga daging ayam di Bali melonjak.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, Jum'at (22/5/2020) mencatat, harga daging ayam broiler rata-rata antara Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu per kilogram di empat pasar berbeda.

Secara lebih rinci empat pasar itu diantaranya, Pasar Badung Rp 41 ribu, Pasar Nyanggelan Rp 40 ribu, Pasar Kreneng Rp 41 ribu dan Pasar Agung 42 ribu per kilogram.

Berdasarkan catatan tersebut, Dispenser Provinsi Bali memastikan harga daging ayam broiler mengalami kenaikan sebesar 5 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

Hingga Jumat Pagi, Tim Gabungan Belum Berhasil Temukan Nelayan yang Hilang di Pantai Water Blow

TNI di Bali Siap Salurkan Bantuan Peduli Covid-19 ke Masyarakat Melalui Babinsa

Di-PHK Karena Corona, Karyawati Ini Ingin Diajak Nikah

Kemudian harga daging ayam kampung di empat pasar tersebut antara Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram.

Di Pasar Badung dan Pasar Kreneng, Disperindag Provinsi Bali mencatat harga ayam kampung Rp 70 ribu per kilogram.

Sementara daging ayam kampung di dua pasar lain, yakni Pasar Nyanggelan Rp 65 ribu dan Pasar Agung Rp 65 per kilogram.

Kepala Disperindag Provinsi Bali, I Wayan Jarta mengatakan, bahwa sesuai dengan pantauan pihaknya di pasaran, harga daging ayam memang mengalami kenaikan.

Setelah dilakukan analisis, kenaikan harga daging ayam kali ini tidak lepas dari adanya penurunan beberapa waktu lalu.

"Ketika harga turun kemarin di awal bulan puasa, otomatis dia (peternak) mengurangi produksi," kata Jarta saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon, Jumat (22/5/2020).

Trash Hero Terpaksa Turun di Masa Pandemi Covid-19, Sampah di Pantai Keramas Memprihatinkan

5 PDP Covid-19 Asal Buleleng Sudah 3 Minggu di Rumah Sakit, Ini yang Dikatakan Sekda Buleleng

Tak Boleh Mengonsumsi Daging Merah, 10 Mitos tentang Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Setelah adanya pengurangan produksi, kini ketersediaan daging ayam di pasaran mulai berkurang sehingga harga menjadi naik.

Kenaikan daging ayam di pasaran diperparah karena adanya kebijakan larangan mudik oleh pemerintah.

Kebijakan larangan mudik ini dikeluarkan guna meminimalisasi penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Jika di tahun-tahun sebelumnya warga muslim di Bali membeli daging ayam di kampung halaman di luar Bali, kini mereka justru membelinya di Bali.

Kondisi ini juga menyebabkan meningkatnya permintaan daging ayam di Pulau Dewata.

Unggah Foto Teman Yang Luka-luka Dan Sebut Korban Begal, Sumarjaye Minta Maaf Karena Sebar Hoaks

Padahal, biasanya menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, keberadaan bahan pangan di Pulau Dewata tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

Peningkatan baru terjadi menjelang lebaran tahun ini karena adanya larangan mudik akibat pandemi Covid-19.

"Karena ada larangan mudik ini, jadinya teman-teman muslim membeli daging ayamnya di sini," jelas Jarta. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved