Corona di Bali

Warga Penuhi Kantor Pos Denpasar Ambil BST Kemensos, Sri: Syukuri Saja, Lumayan untuk Beli Beras

Masyarakat memadati kantor pos tersebut guna mengambil bantuan sosial tunai (BST) yang diberikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Suasana antrean masyarakat saat mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Kantor Pos Denpasar, Jum'at (22/5/2020) 

Situasi itu, kata dia, juga diperparah dengan suaminya yang berprofesi secara freelance di bidang transportasi juga sudah tidak bisa bekerja lagi akibat tak ada penumpang.

 Anaknya Sri yang pertama juga awalnya sudah bekerja di salah satu hotel di Bali.

Namun akibat pandemi Covid-19 ini, ia menjadi salah satu pegawai yang dirumahkan oleh perusahaannya.

Sementara anak keduanya kini sedang menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Gimana ya, yang penting bisa beli bahan pokok saja dulu, beras terutama. Lauknya bisa apa saja, telor kek," jelas wanita yang tinggal di Jalan Gunung Agung, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar itu.

Guna memenuhi kebutuhan keluarga, Sri mengaku mencoba peruntungan dengan berjualan via daring (online) dan membuat kue yang dititipkan di warung-warung.

Namun cara ini juga sulit dilakukan karena masyarakat sudah jarang yang berbelanja akibat daya beli menurun.

"Ya (masyarakat) sudah endak ada kerjaan, ya mungkin dia mending membeli bahan pokok saja," jelas wanita kelahiran Singaraja itu.

Warga lainnya, Ketut Suja Arjana mengatakan, pemberian BST sebesar Rp 600 ribu dari Kemensos RI sebenarnya tidak mencukup kebutuhan.

Terlebih dirinya harus menghidupi sebanyak lima anggota keluarga lainnya dalam satu Kepala Keluarga (KK).

"Adanya BST sebesar Rp 600 ribu ini dibilang cukup ya harus dicukupi untuk memenui kebutuhan keluarga, yang mana harus menghidupi 6 anggota keluarga," tuturnya pria asal Desa Penatih itu.

Arjana pun mengakui bahwa dirinya sebagai salah satu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Sudah sejak dua bulan lalu pria yang bekerja di salah satu hotel di Ubud itu, kini telah dirumahkan sehingga tak mendapatkan penghasilan.

Wakil Kepala Kantor Pos Denpasar, I Gusti Ngurah Gede Mahaputra mengatakan, sebenarnya pihaknya menginginkan agar pembayaran BST dilakukan di kantor kepala desa atau kelurahan masing-masing.

Hal itu sebenarnya sudah dilakukan, hanya saja untuk dua desa yakni Pamecutan Kaja dan Dangin Puri dilaksanakan di Kantor Pos Denpasar.

 Selain masyarakat dari dua desa tersebut, masyarakat dari desa lain yang belum sempat mengambil saat pembagian di kantor desa atau kelurahan, juga ikut mengambil pada kesempatan kali ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved