Corona di Bali
Warga Penuhi Kantor Pos Denpasar Ambil BST Kemensos, Sri: Syukuri Saja, Lumayan untuk Beli Beras
Masyarakat memadati kantor pos tersebut guna mengambil bantuan sosial tunai (BST) yang diberikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah masyarakat nampak memadati Kantor Pos Denpasar yang berada di Jalan Raya Puputan, Jum'at (22/5/2020).
Masyarakat memadati kantor pos tersebut guna mengambil bantuan sosial tunai (BST) yang diberikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Pada saat mengambil BST, masyarakat diberikan nomor antrean oleh petugas Kantor Pos Denpasar.
Usai itu mereka harus menunggu hingga nomor yang didapatkannya mendapatkan giliran untuk dipanggil petugas.
• Menunggu Dibukanya Kembali Pariwisata Bali, Kapan?
• Dilelang Ulang, Motor Listrik Gesits Akhirnya Dimenangkan Anak Bungsu Hary Tanoe Senilai Rp 2,55 M
• Harga Bahan Pokok di Badung Stabil, Hanya Cabai Naik Rp 2.000 per Kilogram
Agar masyarakat merasa lebih nyaman untuk menunggu, pihak Kantor Pos Denpasar sudah menyiapkan tempat duduk dari kursi plastik berwarna merah.
Salah satu warga yang mengambil BST, Sri Minawati mengatakan, dirinya bersyukur bisa mendapatkan BST dari Kemensos RI.
BST yang sebesar Rp 600 ribu ini diprediksi olehnya bisa membantu keuangan keluarganya sebesar 40 persen.
"Ya syukuri saja mesti sedikit. Lumayan sih untuk beli beras," kata Sri saat ditemui Tribun Bali saat beranjak pulang dari lokasi.
Ibu dua orang anak itu menuturkan, dirinya sebagai salah satu masyarakat yang memang terdampak dari pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Sebab dirinya sudah tidak mendapatkan upah dari pekerjaannya yang sebagai marketing elektronik.
Menurutnya, pekerjaan sebagai seorang marketing elektronik akan mendapatkan gaji atau upah ketika sudah mencapai target.
Di tengah pandemi Covid-19 ini, dirinya sudah tidak lagi bisa mencapai target perusahaan karena ekonomi masyarakat yang menurun.
Situasi ini ia alami sudah sejak April lalu.
"Istilahnya sama dengan di PKH sudah, atau dirumahkanlah gitu. Sudah sama sekali tidak ada penghasilan (dari pekerjaan)," jelasnya.
• Video Oknum Petugas Rumah Sakit Minta Rp 3 Juta untuk Pemulasaran Jenazah Covid-19
• Harga Daging Ayam di Pasar Badung Meningkat Tajam, Lebih Mahal dari Tahun Sebelumnya
• Terkini, Anak 7 Tahun Positif Virus Corona, Sang Ibu Bekerja di Rumah Sakit Pusat Bali