Corona di Bali

Kelompok Mina Tani Sari Dewi Terima 2.000 Bibit Lele Untuk Urban Farming di Tengah Pandemi Covid-19

Gede Mantrayasa mengatakan upaya ini memberdayakan warga terdampak Covid-19 di Gang Sari Dewi dengan membudidayakan urban farming.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Penyerahan bibit tanaman produktif dibarengi ribuan bibit lele kepada warga di Gang Sari Dewi, Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, Sabtu (23/5/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kelompok mina tani Sari Dewi Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar Utara menerima 2.000 bibit lele dan bibit tanaman dari pihak donatur, pada Sabtu (23/5/2020).

Ketua Satgas Covid-19 setempat, Gede Mantrayasa mengatakan upaya ini memberdayakan warga terdampak Covid-19 di Gang Sari Dewi dengan membudidayakan urban farming.

Berada di atas lahan sekitar 1 are, sudah tersedia 2 kolam lele terbuat dari terpal berbentuk melingkar dan dilengkapi atap, oksigen, prebiotik, pakan lele 6 sak dan perkap lainnya , lalu lahan untuk penanaman bibit serta tangki air 1.100 liter.

"Lele ini nanti akan dibudidayakan warga, bisa dimakan untuk kebutuhan sehari-hari, bisa dijual, bisa diolah masakan pepes, atau olahan lain," papar dia kepada Tribun Bali

AS Berencana Uji Coba Nuklir Lagi Sejak 1992, Aktivis Perlucutan Senjata Nuklir Beri Kecaman

Pernah Mimpi Dikejar? Hati-hati Ada masalah yang Menghampiri

Ketua TP PKK Provinsi Bali Serahkan Bantuan 410,9 Ton Beras & 90.000 Masker Kepada Warga Terdampak

Sedangkan bibit tanaman yang dikembangkan warga berupa kangkung, bayam, kacang panjang, timun, cabe rawit, pare, gambas, daun kelor, dan beberapa lainnya

"Kalau sayur bisa ditanam yang umurnya pendek, pemeliharaan mudah dan bisa dikonsumsi

Mina tani budidaya ikan lele diinisiasi sejak 18 April 2020 lalu.

 Warga terdampak juga telah mendapat pelatihan-penyuluhan budidaya ikan lele sehingga ilmunya nanti bisa dimanfaatkan warga secara komunal.

"Urban Farming ini untuk jangka pendek dan menengah, mereka kehilangan pekerjaan, ada yang kuli bangunan, ojek online dan serabutan, dari pada di rumah tidak ada aktivitas kita berdayakan dengan usaha ini, kalau sembako kan hanya bertahan 1-2 hari, mina tani ini bisa berkelanjutan," ujarnya.

Kedepan, mina tani yang dikelola warga ini bisa menjadi unit usaha baru, warga akan dibekali bagaimana teknis pengemasan makanan yang baik hingga strategi pemasaran sampai ke tempat pelanggan.

Melalui program mina tani ini, warga diedukasi untuk menjaga ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Gede juga memberikan edukasi bagaimana pengolahan sampah agar menghasilkan maggot yang memiliki protein tinggi. Maggot itu nantinya untuk pakan lele.

"Masalah sampah juga terselesaikan, mengolah sampah untuk menghasilkan maggot berprotein tinggi untuk pakan lele," pungkasnya.(*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved