PPDB 2020

Meski Gedung Belum Berdiri, SMPN 14 Denpasar Mulai Buka Pendaftaran PPDB Tahun Ajaran 2020/2021

nantinya kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk siswa SMPN 14 Denpasar ini akan berlangsung sementara di salah satu sekolah yang ditentukan kemudian

Ilustrasi: Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi - PPDB 2020 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tahun Ajaran 2020/2021 ini, SMPN 14 Denpasar mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kendatipun bangunan yang telah direncanakan belum berdiri, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, mengatakan bahwa sekolah tersebut siap membuka pendaftaran bagi siswa-siswi baru.

Dirinya menyampaikan, nantinya kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk siswa SMPN 14 Denpasar ini akan berlangsung sementara di salah satu sekolah yang ditentukan kemudian.

“Artinya proses belajar mengajar kan belum mulai dan masih tahap pendaftaran, kita masih mencari kemungkinan-kemungkinan sekolah lainnya,” ujar Gunawan dihubungi Tribun Bali, Sabtu (23/5/2020).

Oknum Kapolsek di Surabaya Diusir Kapolda Jatim Karena Tertidur saat Rapat Covid-19,Ini Kronologinya

Agar Tetap Bugar, Penyerang Bali United Hanis Sagara Kolaborasikan Program Latihan

Kasus Positif Covid-19 Bertambah 949 Orang, Achmad Yurianto: Penularan Masih Banyak Terjadi

Pihaknya menyebut telah mencatat dua tempat alternatif untuk berlangsungnya KBM SMPN 14 Denpasar, yakni SDN 3 Kesiman dan SMPN 8 Denpasar.

“Satu di sekolah SD, ini masih dicarikan oleh Bapak Perbekel di sana, kalau tidak memungkinkan di SD, alternatif lainnya di SMPN 8 Denpasar. Kenapa di SMPN 8 Denpasar? Karena yang menjadi Pelaksana Tugas (Plt) kan Kepala SMPN 8 Denpasar,” paparnya.

Menurutnya, SDN 3 Kesiman memungkinkan untuk menampung siswa baru SMPN 14 Denpasar, hanya saja karena pandemi Covid-19 dan mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang menyebut kemungkinan pembelajaran kembali ke sekolah, sehingga bisa saja terjadi kendala kurangnya ruangan.

“Jika KBM dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, artinya kemungkinan ruangannya bisa tidak cukup atau lain sebagainya,” jelas Gunawan.

Terkait waktu pembelajaran, Gunawan mengatakan bukan tidak mungkin double shift akan diberlakukan apabila protokol kesehatan diterapkan di sekolah.

Halaman
12
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved