Ni Made FH Terpental Saat Videokan Balapan Liar

Mereka pun terpental ke aspal, dan saat polisi datang keduanya yang dalam keadaan terkapar dibawa kabur temannya.

Dok Klungkung
Saat warga diminta melaksanakan physical distancing, beberapa remaja justru nekat melakukan balap liar di seputaran Jalan By Pass Ida Bagus Mantra Klungkung, Bali, Jumat (22/5/2020) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Eka Mita Suputra

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Di saat warga diminta melaksanakan physical distancing, beberapa remaja justru nekat melakukan balap liar di seputaran By Pass Ida Bagus Mantra Klungkung, Jumat petang (22/5).

Namun ketika kepolisian turun, puluhan ramaja yang rambutnya dominan dicat merah itu berusaha kabur membubarkan diri. Naas, sebelum dibubarkan dua orang diantara mereka justru mengalami kecelakaan.

" Tadi saat memantau situasi, kebetulan saya memang lihat ada banyak remaja berkumpul di pinggir jalan. Rambutnya merah-merah, setelah saya perhatikan itu mereka balapan liar," ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Saat itulah Suwirta berkoordinasi dengan kepolisian agar melakukan pendekatan dan pengamanan sehingga kelompok remaja itu bisa membubarkan diri.

Hanya saja ketika polisi datang, para remaja itu berusaha kabur. Bahkan sebelum polisi datang, diantara mereka ada dua orang yang mengalami kecelakaan.

"Saat kejadian ada dua orang tidak sadarkan diri, dan di saat bersamaan polisi datang. Saat itu juga mereka mulai kabur, dan nekatnya saat kami datang bersama patroli Polres Klungkung, dua orang yang pingsan karena kecelakaan langsung dilarikan oleh temannya dengan bonceng dua orang. Mereka entah kemana," ungkap Suwirta.

Suwirta dan kepolisian pun berusaha melacak keberadaan dua remaja yang pingsan dan dibawa kabur itu. Ternyata seorang korban yang seorang wanita, ternyata sudah berada di RSUD Klungkung.

Setelah Bupati Suwirta dan kepolisian berada cukup lama di UGD, seorang korban kecelakaan yang sempat dibawa lari akhirnya darang ke UGD karena tidak kuat menahan sakit yang dialami

Menurut Suwirta, ini merupakan salah satu imbas dari kebijakan belajar dari rumah yang disalahgunakan oleh siswa. Menurutnya remaja yang kumpul-kumpul beberapa diantaranya merupakan mahasiswa.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Komang Agus Ruspawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved