Viral, Awan Berbentuk Payung di Atas Gunung Agung, Pertanda Keberadaan Gelombang Gunung

enampakan awan yang membentuk sebuah payung terjadi di atas puncak Gunung Agung, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, KarangasemBali, Jumat (22/5/2020)

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Fenomena awan payung menyelimuti Gunung Agung, visual nampak jelas dari Suwat, Gianyar, Bali, Jumat 22/5/2020) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penampakan awan yang membentuk sebuah payung terjadi di atas puncak Gunung Agung, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, KarangasemBali, Jumat (22/5/2020) pagi.

Fenomena apakah ini?

Fenomena awan berbentuk payung di atas Giri Tohlangkir ini sempat viral di media sosial, kemarin. Oleh sebagian warganet di Bali, fenomena ini disebut “Tedung Agung”.

Sementara menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena awan payung ini dinamakan awan Lenticularias.

Awan Berbentuk Payung di Atas Gunung Agung, BMKG Sebut Fenomena Ini

BMKG Sebut Hujan Berpotensi Masih Akan Terjadi di Bali Hingga Seminggu Kedepan

Awan ini bukanlah sebuah fenomena baru, karena sudah sering terjadi di Gunung Agung maupun gunung-gunung lainnya.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG, Balai Besar Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman, menjelaskan awan Lenticularis merupakan pertanda keberadaan gelombang gunung.

Gelombang gunung ini akan dapat menyebabkan terbentuknya turbulensi yang berbahaya bagi penerbangan.

"Awan Lenticularis mulai terbentuk ketika arus angin yang mengalir sejajar permukaan bumi mendapat hambatan dari objek tertentu seperti pegunungan. Akibat hambatan tersebut, arus udara tersebut bergerak naik secara vertikal menuju puncak awan," jelas Iman kepada Tribun Bali melalui sambungan telepon, kemarin.

Jika udara naik tersebut mengandung banyak uap air dan bersifat stabil, maka saat mencapai suhu titik embun di puncak gunung uap air tersebut mulai berkondensasi menjadi awan mengikuti kontur puncak gunung.

Saat udara tersebut melewati puncak gunung dan bergerak turun, proses kondensasi terhenti.

"Inilah mengapa awan Lenticularis terlihat diam karena awan mulai terbentuk dari sisi arah datangnya angin di puncak gunung kemudian menghilang di sisi turunnya angin," lanjutnya. (*)

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNBALI

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved