Corona di Bali
Koster Tidak Akan Putuskan Sendiri Terkait Penerapan New Normal di Bali
Koster pun meminta pemerintah pusat tidak menetapkan secara sepihak dalam membuka suatu wilayah untuk menerapkan kehidupan new normal.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Eviera Paramita Sandi
Pemetaan ini mengenai perkembangan dinamika Covid-19, baik menyangkut pertambahan kasus positif maupun pasien yang sembuh. Dalam pemetaan itu dicatat juga mengenai sumber penularan Covid-19, baik itu dari
Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan terutama sekali mengenai transmisi lokalnya.
"Itu sedang menjadi bahan untuk memetakan agar kita bisa mengetahui secara tepat bagaimana kondisi Bali dalam perkembangan Covid-19 ini," tutur Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.
Dari pemetaan ini nantinya akan dipilih wilayah kabupaten dan kota mana saja yang bisa dibuka.
"Jadi basisnya adalah wilayah kabupaten/kota, turun ke kecamatan kemudian sampai ke tingkat desa," jelasnya.
Selain menggunakan unsur wilayah, Koster juga memetakan sektor mana yang akan dibuka.
"Jadi ini sedang dalam pembahasan sebagai suatu persiapan, termasuk langkah berikutnya menyusun protokol tata kehidupan Bali era baru," kata dia.
Dijelaskan olehnya, protokol tata kehidupan Bali era baru ini konteksnya adalah untuk new normal sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Di dalamnya mengandung aspek new normal, namun tata kehidupan Bali era baru ini memiliki jangkauan yang lebih luas.
Karena itu, Koster menegaskan bahwa pihaknya tidak mengikuti ancang-ancang pemerintah pusat yang berencana menerapkan new normal pada Juli nanti. Bahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Wisnutama Kusubandio, sempat mengisyaratkan Bali akan dibuka kembali pada 5 Juli nanti.
Menurut Koster, pemerintah di Bali sudah memiliki pemetaan, perhitungan dan tahapannya sendiri, termasuk upaya secara sekala dan niskala.
Nantinya jika sudah siap, Bali akan dibuka secara bertahap, terbatas, dan selektif.
Melihat respon yang ditunjukkan oleh Pemprov Bali tersebut, Koster mengatakan pemerintah pusat sudah setuju.
Melalui Menparekraf, Wisnutama Kusubandio, dalam rapat terbatas mengatakan bahwa setuju Pulau Dewata dibuka secara bertahap seperti yang kajian yang dilakukan oleh pemerintah Bali.
Dirinya menuturkan, nantinya jika Bali sudah siap dibuka, tahap pertama yang bakal diberikan yakni pergerakan masyarakat lokal. Jika situasi itu stabil, nantinya baru akan dibuka untuk keluar Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-bali-yang-juga-ketua-gugus-tugas-percepatan-penanganan-covid-19.jpg)